Documentation for a newer release is available. View Latest

Pengenalan ke Partisi Disk

Lampiran ini belum tentu berlaku ke arsitektur selain AMD64 dan Intel 64. Namun, konsep umum yang disinggung di sini mungkin berlaku.

Bagian ini mendiskusikan konsep disk dasar, strategi partisi ulang disk, skema penamaan partisi yang dipakai oleh sistem Linux, dan topik-topik terkait.

If you are comfortable with disk partitions, you can skip ahead to Strategies for Disk Repartitioning for more information on the process of freeing up disk space to prepare for a Fedora installation.

Konsep Dasar Hard Disk

Hard disk melakukan suatu fungsi sangat sederhana - mereka menyimpan data dan secara handal mengambilnya saat diperintah.

Saat membahas masalah seperti partisi disk, penting untuk memiliki pemahaman tentang perangkat keras yang mendasarinya; namun, karena teorinya sangat rumit dan ekspansif, hanya konsep dasarnya yang akan dijelaskan di sini. Lampiran ini menggunakan serangkaian diagram disk drive yang disederhanakan untuk membantu menjelaskan proses dan teori di balik partisi.

An Unused Disk Drive, shows a brand-new, unused disk drive.

Citra dari sebuah disk drive yang tak terpakai.
Gambar 1. Sebuah Disk Drive yang Tak Terpakai
Sistem Berkas

Untuk menyimpan data pada disk drive, perlu memformat disk drive tersebut terlebih dahulu. Pemformatan (biasanya dikenal sebagai "membuat sebuah sistem berkas") menulis informasi ke drive, membuat urutan dari ruang kosong di drive yang tidak diformat.

Citra dari sebuah disk drive yang terformat.
Gambar 2. Disk Drive dengan sebuah Sistem Berkas

As Disk Drive with a File System, implies, the order imposed by a file system involves some trade-offs:

  • Sebagian kecil dari ruang driver yang tersedia digunakan untuk menyimpan data terkait sistem berkas dan dapat dianggap sebagai overhead.

  • A file system splits the remaining space into small, consistently-sized segments. For Linux, these segments are known as blocks.

[1]

Note that there is no single, universal file system. As Disk Drive with a Different File System, shows, a disk drive may have one of many different file systems written on it. Different file systems tend to be incompatible; that is, an operating system that supports one file system (or a handful of related file system types) may not support another. However, Fedora supports a wide variety of file systems (including many commonly used by other operating systems such as Microsoft Windows), making data interchange between different file systems easy.

Citra dari suatu disk drive dengan sebuah sistem berkas yang berbeda.
Gambar 3. Disk Drive dengan suatu Sistem Berkas yang Berbeda

Menulis suatu sistem berkas ke disk hanyalah langkah pertama. Tujuan dari proses ini adalah untuk benar-benar menyimpan dan mengambil data. Gambar di bawah menunjukkan suatu disk drive setelah sebagian data telah ditulis ke sana:

Image dari suatu disk drive dengan data ditulis ke sana.
Gambar 4. Disk Drive dengan Data Telah Ditulis ke Sana

As Disk Drive with Data Written to It, shows, some of the previously-empty blocks are now holding data. However, by just looking at this picture, we cannot determine exactly how many files reside on this drive. There may only be one file or many, as all files use at least one block and some files use multiple blocks. Another important point to note is that the used blocks do not have to form a contiguous region; used and unused blocks may be interspersed. This is known as fragmentation. Fragmentation can play a part when attempting to resize an existing partition.

Seperti dengan kebanyakan teknolog terkait komputer, disk drive berubah dengan berjalannya waktu setelah diperkenalkan. Secara khusus, mereka menjadi semakin besar. Tidak lebih besar dalam ukuran fisik, tapi lebih besar dalam kapasitas mereka untuk menyimpan informasi. Dan kapasitas tambahan ini mendorong perubahan yang mendasar dalam carai disk drive dipakai.

Partisi: Membuat Satu Drive Menjadi Banyak

Disk drive dapat dibagi menjadi partisi. Setiap partisi dapat diakses seolah itu disk terpisah. Ini dilakukan melalui penambahan sebuah tabel partisi.

Ada beberapa alasan untuk mengalokasikan ruang disk ke dalam partisi-partisi disk yang terpisah, misalnya:

  • Pemisahan logis data sistem operasi dari data pengguna

  • Kemampuan memakai sistem berkas yang berbeda

  • Kemampuan menjalankan beberapa sistem operasi pada satu mesin

There are currently two partitioning layout standards for physical hard disks: Master Boot Record (MBR) and GUID Partition Table (GPT). MBR is an older method of disk partitioning used with BIOS-based computers. GPT is a newer partitioning layout that is a part of the Unified Extensible Firmware Interface (UEFI). This section and Partitions Within Partitions - An Overview of Extended Partitions mainly describe the Master Boot Record (MBR) disk partitioning scheme. For information about the GUID Partition Table (GPT) partitioning layout, see GUID Partition Table (GPT).

Sementara diagram dalam bab ini menunjukkan tabel partisi sebagai yang terpisah dari disk drive sebenarnya, ini tidak sepenuhnya akurat. Dalam realita, tabel partisi disimpan di bagian disk paling awal, sebelum sebarang sistem berkas atau data pengguna. Tapi untuk kejelasan, mereka terpisah dalam diagram kita.

Citra dari suatu disk drive yang belum terpakai dengan sebuah tabel partisi.
Gambar 5. Disk Drive dengan Tabel Partisi

As Disk Drive with Partition Table shows, the partition table is divided into four sections or four primary partitions. A primary partition is a partition on a hard drive that can contain only one logical drive (or section). Each section can hold the information necessary to define a single partition, meaning that the partition table can define no more than four partitions.

Setiap tabel partisi memuat beberapa karakteristik penting dari partisi:

  • Titik-titik pada disk tempat partisi dimulai dan berakhir

  • Whether the partition is "active"

  • Tipe partisi

The starting and ending points define the partition’s size and location on the disk. The "active" flag is used by some operating systems' boot loaders. In other words, the operating system in the partition that is marked "active" is booted.

Jenisnya adalah angka yang mengidentifikasi penggunaan yang diantisipasi partisi. Beberapa sistem operasi menggunakan jenis partisi untuk menunjukkan jenis sistem berkas tertentu, untuk menandai partisi sebagai terkait dengan sistem operasi tertentu, untuk menunjukkan bahwa partisi berisi sistem operasi yang dapat di-boot, atau beberapa kombinasi dari ketiganya.

See Disk Drive With Single Partition for an example of a disk drive with single partition.

Citra dari suatu disk drive dengan partisi tunggal.
Gambar 6. Disk Drive Dengan Partisi Tunggal

Partisi tunggal dalam contoh ini diberi label sebagai DOS. Label ini menunjukkan jenis partisi, dengan DOS menjadi salah satu yang paling umum. Tabel di bawah ini menunjukkan daftar beberapa jenis partisi yang umum digunakan dan angka heksadesimal yang digunakan untuk mewakilinya.

Tabel 1. Tipe Partisi
Tipe Partisi Nilai Tipe Partisi Nilai

Kosong

00

Novell Netware 386

65

DOS 12-bit FAT

01

PIC/IX

75

XENIX root

02

MINIX lama

80

XENIX usr

03

Linux/MINUX

81

DOS 16-bit ⇐32M

04

Linux swap

82

Extended

05

Linux native

83

DOS 16-bit >=32

06

Linux extended

85

OS/2 HPFS

07

Amoeba

93

AIX

08

Amoeba BBT

94

AIX bootable

09

BSD/386

a5

OS/2 Boot Manager

0a

OpenBSD

a6

Win95 FAT32

0b

NEXTSTEP

a7

Win95 FAT32 (LBA)

0c

BSDI fs

b7

Win95 FAT16 (LBA)

0e

BSDI swap

b8

Win95 Extended (LBA)

0f

Syrinx

c7

Venix 80286

40

CP/M

db

Novell

51

DOS access

e1

PReP Boot

41

DOS R/O

e3

GNU HURD

63

DOS sekunder

f2

Novell Netware 286

64

BBT

ff

Partisi Dalam Partisi - Ringkasan dari Partisi Extended

In case four partitions are insufficient for your needs, you can use extended partitions to create up additional partitions. You do this by setting the type of a partition to "Extended".

An extended partition is like a disk drive in its own right - it has its own partition table which points to one or more partitions (now called logical partitions, as opposed to the four primary partitions) contained entirely within the extended partition itself. Disk Drive With Extended Partition, shows a disk drive with one primary partition and one extended partition containing two logical partitions (along with some unpartitioned free space).

Gambar disk drive dengan partisi extended.
Gambar 7. Disk Drive Dengan Partisi Extended

Seperti yang tersirat dalam gambar ini, ada perbedaan antara partisi primer dan logis - hanya ada empat partisi utama, tetapi tidak ada batasan tetap untuk jumlah partisi logis yang dapat ada. Namun, karena cara di mana partisi diakses di Linux, tidak lebih dari 12 partisi logis harus didefinisikan pada satu disk drive.

GUID Partition Table (GPT)

Guid Partition Table (GPT) adalah skema partisi yang lebih baru berdasarkan penggunaan Globally Unique Identifiers (GUID). GPT dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan tabel partisi MBR, terutama dengan terbatasnya ruang penyimpanan maksimum disk yang dapat dialamatkan. Tidak seperti MBR, yang tidak bisa mengalamati ruang penyimpanan lebih dari 2,2 terabyte, GPT dapat digunakan dengan hard disk yang lebih besar dari ini; ukuran disk maksimum yang dapat dialamatkan adalah 2,2 zettabyte. Selain itu, GPT secara baku mendukung pembuatan hingga 128 partisi utama. Cacah ini dapat diperluas dengan mengalokasikan lebih banyak ruang ke tabel partisi.

Disk GPT menggunakan pengalamatan blok logis (LBA) dan tata letak partisi adalah sebagai berikut:

  • To preserve backward compatibility with MBR disks, the first sector (LBA 0) of GPT is reserved for MBR data and it is called "protective MBR".

  • Header GPT primer dimulai pada blok logis kedua (LBA 1) dari perangkat. Header berisi GUID disk, lokasi tabel partisi primer, lokasi header GPT sekunder, dan checksum CRC32 itu sendiri dan tabel partisi primer. Ini juga menentukan cacah entri partisi tabel.

  • Tabel GPT primer mencakup, secara baku, 128 entri partisi, masing-masing dengan ukuran entri 128 byte, GUID jenis partisinya, dan GUID partisi unik.

  • Tabel GPT sekunder identik dengan tabel GPT primer. Ini digunakan terutama sebagai tabel cadangan untuk pemulihan jika tabel partisi primer rusak.

  • Header GPT sekunder terletak di sektor logis terakhir dari disk dan dapat digunakan untuk memulihkan informasi GPT jika header primer rusak. Ini berisi GUID disk, lokasi tabel partisi sekunder dan header GPT primer, checksum CRC32 dari dirinya sendiri dan tabel partisi sekunder, dan cacah entri partisi yang mungkin.

Harus ada partisi boot BIOS agar boot loader berhasil dipasang ke disk yang berisi GPT (GUID Partition Table). Ini termasuk disk yang diinisialisasi oleh Anaconda. Jika disk sudah berisi partisi boot BIOS, itu dapat digunakan kembali.

Strategi untuk Repartisi Disk

Ada beberapa cara yang berbeda bahwa disk dapat dipartisi ulang. Bagian ini membahas kemungkinan pendekatan berikut:

  • Tersedia ruang kosong yang tidak dipartisi

  • Tersedia partisi yang tidak digunakan

  • Tersedia ruang kosong dalam partisi yang aktif digunakan

Perhatikan bahwa bagian ini membahas konsep-konsep yang disebutkan di atas hanya secara teoritis dan tidak termasuk prosedur yang menunjukkan bagaimana melakukan partisi ulang disk langkah demi langkah. Informasi terperinci tersebut berada di luar cakupan dokumen ini.

Perlu diingat bahwa ilustrasi berikut disederhanakan untuk kepentingan kejelasan dan tidak mencerminkan tata letak partisi yang tepat yang Anda temui ketika benar-benar memasang Fedora.

Menggunakan Ruang Kosong Yang Tidak Dipartisi

In this situation, the partitions already defined do not span the entire hard disk, leaving unallocated space that is not part of any defined partition. Disk Drive with Unpartitioned Free Space, shows what this might look like.

Gambar disk drive dengan ruang kosong yang tidak dipartisi
Gambar 8. Disk Drive dengan Ruang Kosong Yang Tidak Dipartisi

Dalam contoh di atas, 1 mewakili partisi yang tidak terdefinisi dengan ruang yang tidak teralokasikan dan 2 mewakili partisi yang ditentukan dengan ruang yang dialokasikan.

Hard disk yang tidak terpakai juga termasuk dalam kategori ini. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa semua ruang bukan bagian dari partisi yang ditentukan.

In any case, you can create the necessary partitions from the unused space. Unfortunately, this scenario, although very simple, is not very likely (unless you have just purchased a new disk just for Fedora). Most pre-installed operating systems are configured to take up all available space on a disk drive (see Using Free Space from an Active Partition).

Menggunakan Ruang dari Partisi yang Tidak Digunakan

In this case, maybe you have one or more partitions that you do not use any longer. Disk Drive with an Unused Partition, illustrates such a situation.

Gambar disk drive dengan partisi yang tidak digunakan
Gambar 9. Disk Drive dengan Partisi yang Tidak Digunakan

Dalam contoh di atas, 1 mewakili partisi yang tidak digunakan dan 2 mewakili realokasi partisi yang tidak digunakan untuk Linux.

Dalam situasi ini, Anda dapat menggunakan ruang yang dialokasikan ke partisi yang tidak digunakan. Terlebih dahulu Anda harus menghapus partisi dan kemudian membuat partisi Linux yang sesuai menggantikannya. Anda dapat menghapus partisi yang tidak digunakan dan membuat partisi baru secara manual selama proses instalasi.

Menggunakan Ruang Kosong dari Partisi Aktif

Ini adalah situasi yang paling umum. Sayangnya, ini juga yang paling sulit untuk ditangani. Masalah utamanya adalah, bahkan jika Anda memiliki cukup ruang kosong, saat ini dialokasikan ke partisi yang sudah digunakan. Jika Anda membeli komputer dengan perangkat lunak ter-pra-instalasi, hard disk kemungkinan besar memiliki satu partisi besar yang memegang sistem operasi dan data.

Selain menambahkan hard drive baru ke sistem Anda, Anda memiliki dua pilihan:

Repartisi Destruktif

Dalam hal ini, partisi besar tunggal dihapus dan beberapa yang lebih kecil dibuat sebagai gantinya. Setiap data yang disimpan di partisi asli dihancurkan. Ini berarti bahwa membuat cadangan lengkap diperlukan. Sangat disarankan untuk membuat dua cadangan, menggunakan verifikasi (jika tersedia di perangkat lunak cadangan Anda), dan mencoba membaca data dari cadangan sebelum menghapus partisi.

Jika sistem operasi dipasang pada partisi itu, itu harus dipasang ulang jika Anda ingin menggunakan sistem itu juga. Ketahuilah bahwa beberapa komputer yang dijual dengan sistem operasi ter-pra-instalasi mungkin tidak menyertakan media instalasi untuk memasang ulang sistem operasi asli. Anda harus memeriksa apakah ini berlaku untuk sistem Anda sebelum Anda menghancurkan partisi asli Anda dan instalasi sistem operasinya.

After creating a smaller partition for your existing operating system, you can reinstall software, restore your data, and start the installation. Disk Drive Being Destructively Repartitioned shows this being done.

Gambar disk drive yang sedang dipartisi ulang secara destruktif
Gambar 10. Disk Drive Sedang Dipartisi Ulang secara Destruktif

Dalam contoh di atas, 1 mewakili sebelum dan 2 mewakili setelah.

Data apa pun yang sebelumnya ada di partisi asli hilang.

Repartisi Non-Destruktif

Dengan repartisi non-destruktif Anda mengeksekusi program yang membuat partisi besar lebih kecil tanpa kehilangan salah satu berkas yang disimpan dalam partisi itu. Metode ini biasanya dapat diandalkan, tetapi bisa sangat memakan waktu pada drive besar.

Sementara proses repartisi non-destruktif agak mudah, ada tiga langkah yang terlibat:

  1. Mengompres dan mencadangkan data yang ada

  2. Mengubah ukuran partisi yang ada

  3. Membuat partisi baru

Setiap langkah dijelaskan lebih lanjut secara lebih rinci.

Compress Existing Data

As the following figure shows, the first step is to compress the data in your existing partition. The reason for doing this is to rearrange the data such that it maximizes the available free space at the "end" of the partition.

Gambar disk drive yang sedang dikompresi
Gambar 11. Disk Drive Sedang Dikompresi

Dalam contoh di atas, 1 mewakili sebelum dan 2 mewakili setelah.

Langkah ini sangat penting. Tanpa itu, lokasi data dapat mencegah partisi diubah ukurannya sejauh yang diinginkan. Perhatikan juga bahwa, karena satu dan lain alasan, sebagian data tidak dapat dipindahkan. Jika ini masalahnya (dan sangat membatasi ukuran partisi baru Anda), Anda mungkin dipaksa untuk secara merusak repartisi disk Anda.

Resize the Existing Partition

Disk Drive with Partition Resized shows the actual resizing process. While the actual result of the resizing operation varies depending on the software used, in most cases the newly freed space is used to create an unformatted partition of the same type as the original partition.

Gambar disk drive dengan partisi yang diubah ukurannya
Gambar 12. Disk Drive dengan Partisi Diubah Ukurannya

Dalam contoh di atas, 1 mewakili sebelum dan 2 mewakili setelah.

Penting untuk memahami apa yang dilakukan perangkat lunak pengubah ukuran yang Anda gunakan dengan ruang yang baru dibebaskan, sehingga Anda dapat mengambil langkah-langkah yang tepat. Dalam kasus yang diilustrasikan di sini, akan lebih baik untuk menghapus partisi DOS baru dan membuat partisi Linux yang sesuai.

Create new partition(s)

As the previous step implied, it may or may not be necessary to create new partitions. However, unless your resizing software is Linux-aware, it is likely that you must delete the partition that was created during the resizing process. Disk Drive with Final Partition Configuration, shows this being done.

Gambar disk drive dengan konfigurasi partisi akhir
Gambar 13. Disk Drive dengan Konfigurasi Partisi Akhir

Dalam contoh di atas, 1 mewakili sebelum dan 2 mewakili setelah.

Skema Penamaan Partisi dan Titik Kait

A common source of confusion for users unfamiliar with Linux is the matter of how partitions are used and accessed by the Linux operating system. In DOS/Windows, it is relatively simple: Each partition gets a "drive letter." You then use the correct drive letter to refer to files and directories on its corresponding partition. This is entirely different from how Linux deals with partitions and, for that matter, with disk storage in general. This section describes the main principles of partition naming scheme and the way how partitions are accessed in Fedora.

Skema Penamaan Partisi

Linux menggunakan skema penamaan yang berbasis berkas, dengan nama berkas dalam bentuk /dev/xxyN.

Nama perangkat dan partisi terdiri dari yang berikut:

/dev/

Ini adalah nama direktori di mana semua berkas perangkat berada. Karena partisi berada di hard disk, dan hard disk adalah perangkat, berkas yang mewakili semua partisi yang mungkin, berada di /dev/.

xx

Dua huruf pertama dari nama partisi menunjukkan jenis perangkat di mana partisi berada, biasanya sd.

y

Huruf ini menunjukkan perangkat mana partisi berada. Misalnya, /dev/sda untuk hard disk pertama, /dev/sdb untuk yang kedua, dan seterusnya.

N

Angka akhir menunjukkan partisi. Empat partisi pertama (primer atau extended) diberi nomor 1 hingga 4. Partisi logis dimulai dari 5. Jadi, misalnya, /dev/sda3 adalah partisi primer atau extended ketiga pada hard disk pertama, dan /dev/sdb6 adalah partisi logis kedua pada hard disk kedua.

Bahkan jika sistem Anda dapat mengidentifikasi dan merujuk ke semua jenis partisi disk, itu mungkin tidak dapat membaca sistem berkas dan karenanya tidak bisa mengakses data yang tersimpan pada setiap jenis partisi. Namun, dalam banyak kasus, adalah mungkin untuk berhasil mengakses data pada partisi yang didedikasikan untuk sistem operasi lain.

Partisi Disk dan Titik Kait

Setiap partisi digunakan untuk membentuk bagian dari penyimpanan yang diperlukan untuk mendukung satu set berkas dan direktori. Ini dilakukan dengan mengaitkan partisi dengan direktori melalui proses yang dikenal sebagai mounting (mengait). Mengait partisi membuat penyimpanannya tersedia mulai dari direktori yang ditentukan (dikenal sebagai mount point atau titik kait).

Misalnya, jika partisi /dev/sda5 dikait pada /usr/, itu berarti bahwa semua berkas dan direktori di bawah /usr/ secara fisik berada di /dev/sda5. Jadi berkas /usr/share/doc/FAQ/txt/Linux-FAQ akan disimpan di /dev/sda5, sedangkan berkas /etc/gdm/custom.conf tidak akan.

Melanjutkan contoh, mungkin juga bahwa satu atau lebih direktori di bawah /usr/ akan menjadi titik kait untuk partisi lain. Misalnya, partisi (katakanlah, /dev/sda7) dapat dikait pada /usr/local/, yang berarti bahwa /usr/local/man/whatis kemudian akan berada di /dev/sda7 bukan /dev/sda5.

Berapa Banyak Partisi?

Pada titik ini dalam proses mempersiapkan untuk memasang Fedora, Anda harus memberikan beberapa pertimbangan untuk cacah dan ukuran partisi yang akan digunakan oleh sistem operasi baru Anda. Namun, tidak ada jawaban yang benar untuk pertanyaan ini. Itu tergantung pada kebutuhan dan persyaratan Anda.

Unless you have a reason for doing otherwise, you should at least create a /boot partition and a / (root) partition. Depending on your system’s hardware specifications, additional partitions may be necessary, such as /boot/efi for 64-bit AMD and Intel systems with UEFI firmware, a biosboot partition for AMD and Intel systems with a GUID Partition Table (GPT) label on the system disk, or a PReP Boot partition on IBM Power Systems servers.

See Recommended Partitioning Scheme for more information about the recommended partitioning scheme.


1. Blocks really are consistently sized, unlike our illustrations. Keep in mind, also, that an average disk drive contains thousands of blocks. The picture is simplified for the purposes of this discussion.