Mengotomatiskan Tugas Sistem

Fedora diprakonfigurasi untuk menjalankan tugas-tugas sistem penting untuk menjaga sistem diperbarui. Misalnya, basis data slocate yang digunakan oleh perintah locate diperbarui setiap hari. Administrator sistem dapat menggunakan tugas otomatis untuk melakukan pencadangan berkala, memantau sistem, menjalankan skrip khusus, dan sebagainya.

Fedora dilengkapi dengan utilitas tugas otomatis berikut: cron, anacron, at, dan batch.

Setiap utilitas dimaksudkan untuk menjadwalkan jenis pekerjaan yang berbeda: sementara Cron dan Anacron menjadwalkan pekerjaan berulang, At dan Batch menjadwalkan pekerjaan satu kali (masing-masing mengacu pada Cron dan Anacron dan At dan Batch).

Fedora mendukung penggunaan systemd.timer untuk melaksanakan pekerjaan pada waktu tertentu. Lihat man systemd.timer(5) untuk informasi lebih lanjut.

Cron dan Anacron

Cron dan Anacron dapat menjadwalkan eksekusi tugas berulang pada waktu tertentu yang ditentukan oleh waktu, hari yang tepat dalam sebulan, bulan, hari dalam seminggu, dan minggu.

Pekerjaan Cron dapat berjalan sesering setiap menit. Namun, utilitas mengasumsikan bahwa sistem berjalan terus menerus dan jika sistem tidak menyala pada saat pekerjaan dijadwalkan, pekerjaan tidak dijalankan.

Di sisi lain, Anacron mengingat pekerjaan yang dijadwalkan jika sistem tidak berjalan pada saat pekerjaan dijadwalkan. Pekerjaan kemudian dijalankan segera setelah sistem menyala. Namun, Anacron hanya bisa menjalankan pekerjaan sekali sehari. Perhatikan juga bahwa secara default, Anacron hanya berjalan ketika sistem Anda berjalan pada daya AC dan tidak akan berjalan jika sistem Anda sedang ditenagai oleh baterai; perilaku ini diatur dalam skrip /etc/cron.hourly/0anacron.

Memasang Cron dan Anacron

Untuk memasang Cron dan Anacron, Anda perlu memasang paket cronie untuk Cron dan paket cronie-anacron untuk Anacron (cronie-anacron adalah sub-paket cronie).

Untuk menentukan apakah paket sudah dipasang pada sistem Anda, jalankan perintah berikut:

rpm -q cronie cronie-anacron

Perintah mengembalikan nama lengkap paket cronie dan cronie-anacron jika sudah terpasang, atau memberi tahu Anda bahwa paket tidak tersedia.

Untuk memasang paket ini, gunakan perintah dnf dalam bentuk berikut sebagai root:

dnf install package

Misalnya, untuk memasang Cron dan Anacron, ketik yang berikut di shell prompt:

~]# dnf install cronie cronie-anacron

Untuk informasi selengkapnya tentang cara memasang paket baru di Fedora, lihat Memasang Paket.

Menjalankan Layanan Crond

Pekerjaan cron dan anacron keduanya dipilih oleh layanan crond. Bagian ini memberikan informasi tentang cara memulai, menghentikan, dan memulai ulang layanan crond, dan menunjukkan cara mengonfigurasinya untuk memulai secara otomatis pada waktu boot.

Memulai dan Menghentikan Layanan Cron

Untuk menentukan apakah layanan berjalan, gunakan perintah berikut:

systemctl status crond.service

Untuk menjalankan layanan crond di sesi saat ini, ketik yang berikut di shell prompt sebagai root:

systemctl start crond.service

Untuk mengonfigurasi layanan agar memulai secara otomatis pada waktu boot, gunakan perintah berikut sebagai root:

systemctl enable crond.service

Menghentikan Layanan Cron

Untuk menghentikan layanan crond di sesi saat ini, ketik yang berikut di shell prompt sebagai root:

systemctl stop crond.service

Untuk mencegah layanan dimulai secara otomatis pada waktu boot, gunakan perintah berikut sebagai root:

systemctl disable crond.service

Memulai Ulang Layanan Cron

Untuk memulai ulang layanan crond, ketik yang berikut di shell prompt sebagai root:

systemctl restart crond.service

Perintah ini menghentikan layanan dan memulainya lagi secara berurutan cepat.

Mengonfigurasi Pekerjaan Anacron

Berkas konfigurasi utama untuk menjadwalkan pekerjaan adalah berkas /etc/anacrontab, yang hanya dapat diakses oleh pengguna root. Berkas berisi yang berikut:

SHELL=/bin/sh
PATH=/sbin:/bin:/usr/sbin:/usr/bin
MAILTO=root
# the maximal random delay added to the base delay of the jobs
RANDOM_DELAY=45
# the jobs will be started during the following hours only
START_HOURS_RANGE=3-22

#period in days   delay in minutes   job-identifier   command
1         5     cron.daily    nice run-parts /etc/cron.daily
7         25    cron.weekly   nice run-parts /etc/cron.weekly
@monthly  45    cron.monthly  nice run-parts /etc/cron.monthly

Tiga baris pertama menentukan variabel yang mengkonfigurasi lingkungan di mana tugas anacron berjalan:

  • SHELL - lingkungan shell yang digunakan untuk menjalankan pekerjaan (dalam contoh, shell Bash)

  • PATH - path ke program yang dapat dieksekusi

  • MAILTO - nama pengguna yang menerima keluaran dari pekerjaan anacron melalui surel

    Jika variabel MAILTO tidak ditentukan (MAILTO=), surel tidak dikirim.

Dua variabel berikutnya memodifikasi waktu yang dijadwalkan untuk pekerjaan yang ditentukan:

  • RANDOM_DELAY - jumlah maksimum menit yang akan ditambahkan ke variabel penundaan dalam menit yang ditentukan untuk setiap pekerjaan

    Nilai penundaan minimum ditetapkan, secara baku, ke 6 menit.

    Jika RANDOM_DELAY, misalnya, diatur ke 12, maka antara 6 dan 12 menit ditambahkan ke penundaan dalam menit untuk setiap pekerjaan di anacrontab tertentu. RANDOM_DELAY juga dapat diatur ke nilai di bawah 6, termasuk 0. Saat diatur ke 0, tidak ada penundaan acak yang ditambahkan. Ini terbukti berguna ketika, misalnya, lebih banyak komputer yang berbagi satu koneksi jaringan perlu mengunduh data yang sama setiap hari.

  • START_HOURS_RANGE — interval, ketika pekerjaan terjadwal dapat dijalankan, dalam jam

    Jika interval waktu terlewatkan, misalnya karena kegagalan daya, pekerjaan yang dijadwalkan tidak dieksekusi hari itu.

Baris yang tersisa dalam berkas /etc/anacrontab mewakili pekerjaan terjadwal dan mengikuti format ini:

periode dalam hari   tundaan dalam menit   pengenal kerja  perintah
  • periode dalam hari — frekuensi eksekusi pekerjaan dalam hari

    Nilai properti dapat didefinisikan sebagai bilangan bulat atau suatu makro (@daily, @weekly, @monthly), di mana @daily menunjukkan nilai yang sama dengan bilangan bulat 1, @weekly sama dengan 7, dan @monthly menentukan bahwa pekerjaan dijalankan sebulan sekali terlepas dari panjang bulan.

  • tundaan dalam menit — berapa menit anacron menunggu sebelum melaksanakan pekerjaan

    Nilai properti didefinisikan sebagai bilangan bulat. Jika nilai diatur ke 0, tidak ada penundaan yang berlaku.

  • job-identifier — nama unik yang mengacu pada pekerjaan tertentu yang digunakan dalam berkas log

  • perintah — perintah yang akan dieksekusi

    Perintah dapat berupa perintah seperti ls /proc >> /tmp/proc atau perintah yang mengeksekusi skrip ubahan.

Setiap baris yang dimulai dengan tanda hash (#) adalah komentar dan tidak diproses.

Contoh Pekerjaan Anacron

Contoh berikut menunjukkan berkas /etc/anacrontab sederhana:

SHELL=/bin/sh
PATH=/sbin:/bin:/usr/sbin:/usr/bin
MAILTO=root

# the maximal random delay added to the base delay of the jobs
RANDOM_DELAY=30
# the jobs will be started during the following hours only
START_HOURS_RANGE=16-20

#period in days   delay in minutes   job-identifier   command
1         20    dailyjob      nice run-parts /etc/cron.daily
7         25    weeklyjob     /etc/weeklyjob.bash
@monthly  45    monthlyjob    ls /proc >> /tmp/proc

Semua pekerjaan yang ditentukan dalam berkas anacrontab ini ditunda secara acak selama 6-30 menit dan dapat dieksekusi antara pukul 16:00 dan 20:00.

Pekerjaan pertama yang ditentukan dipicu setiap hari antara pukul 16:26 dan 16:50 (RANDOM_DELAY antara 6 dan 30 menit; properti tundaan dalam menit menambahkan 20 menit). Perintah yang ditentukan untuk pekerjaan ini mengeksekusi semua program yang ada di direktori /etc/cron.daily/ menggunakan skrip run-parts (skrip run-parts menerima direktori sebagai argumen baris perintah dan secara berurutan mengeksekusi setiap program dalam direktori). Lihat halaman man run-parts untuk informasi lebih lanjut tentang skrip run-parts.

Pekerjaan kedua mengeksekusi skrip weeklyjob.bash di direktori /etc/ seminggu sekali.

Pekerjaan ketiga menjalankan perintah, yang menulis isi /proc ke berkas /tmp/proc (ls /proc >> /tmp/proc) sebulan sekali.

Mengonfigurasi Pekerjaan Cron

Berkas konfigurasi untuk pekerjaan cron adalah /etc/crontab, yang hanya dapat dimodifikasi oleh pengguna root. Berkas berisi yang berikut:

SHELL=/bin/bash
PATH=/sbin:/bin:/usr/sbin:/usr/bin
MAILTO=root
HOME=/
# For details see man 4 crontabs
# Example of job definition:
# .---------------- minute (0 - 59)
# | .------------- hour (0 - 23)
# | | .---------- day of month (1 - 31)
# | | | .------- month (1 - 12) OR jan,feb,mar,apr ...
# | | | | .---- day of week (0 - 6) (Sunday=0 or 7) OR sun,mon,tue,wed,thu,fri,sat
# | | | | |
# * * * * * user-name command to be executed

Tiga baris pertama berisi definisi variabel yang sama dengan berkas anacrontab: SHELL, PATH, dan MAILTO. Untuk informasi selengkapnya tentang variabel ini, lihat Mengonfigurasi Tugas Anacron.

Selain itu, berkas dapat menentukan variabel HOME. Variabel HOME mendefinisikan direktori, yang akan digunakan sebagai direktori beranda saat menjalankan perintah atau skrip yang dijalankan oleh pekerjaan.

Baris sisa dalam berkas /etc/crontab mewakili pekerjaan terjadwal dan memiliki format berikut:

menit    jam    tgl   bulan   hari         nama_pengguna perintah

Berikut ini menentukan waktu ketika pekerjaan akan dijalankan:

  • menit — bilangan bulat apa pun dari 0 hingga 59

  • jam — bilangan bulat apa pun dari 0 hingga 23

  • hari — bilangan bulat apa pun dari 1 hingga 31 (harus menjadi hari yang valid jika suatu bulan ditentukan)

  • bulan — bilangan bulat apa pun dari 1 hingga 12 (atau nama pendek bulan seperti jan atau feb)

  • hari — bilangan bulat apa pun dari 0 hingga 7, di mana 0 atau 7 mewakili hari Minggu (atau nama pendek hari seperti min atau sen)

Berikut ini tentukan properti pekerjaan lainnya:

  • nama pengguna — menentukan pengguna yang menjalankan pekerjaan.

  • perintah — perintah yang akan dieksekusi.

    Perintah dapat berupa perintah seperti ls /proc /tmp/proc atau perintah yang mengeksekusi skrip ubahan.

Untuk salah satu nilai di atas, tanda bintang (*) dapat digunakan untuk menentukan semua nilai yang valid. Jika Anda, misalnya, menentukan nilai bulan sebagai tanda bintang, pekerjaan akan dijalankan setiap bulan dalam batasan nilai lainnya.

Tanda hubung (-) antara bilangan bulat menentukan rentang bilangan bulat. Misalnya, 1-4 berarti bilangan bulat 1, 2, 3, dan 4.

Daftar nilai yang dipisahkan oleh koma (,) menentukan daftar. Misalnya, 3,4,6,8 menunjukkan dengan tepat keempat bilangan bulat ini.

Garis miring (/) dapat digunakan untuk menentukan nilai langkah. Nilai bilangan bulat akan dilewati dalam rentang mengikuti rentang dengan /integer. Misalnya, nilai menit yang didefinisikan sebagai 0-59/2 menunjukkan setiap dua menit di bidang menit. Nilai langkah juga dapat digunakan dengan tanda bintang. Misalnya, jika nilai bulan didefinisikan sebagai */3, tugas akan berjalan setiap bulan ketiga.

Setiap baris yang dimulai dengan tanda hash (#) adalah komentar dan tidak diproses.

Pengguna selain root dapat mengonfigurasi tugas cron dengan utilitas crontab. Crontab tentuan pengguna disimpan di direktori /var/spool/cron/ dan dijalankan seolah-olah dijalankan oleh pengguna yang membuatnya.

Untuk membuat crontab sebagai pengguna tertentu, login sebagai pengguna tersebut dan ketik perintah crontab -e untuk menyunting crontab pengguna dengan penyunting yang ditentukan dalam variabel lingkungan VISUAL atau EDITOR. Berkas menggunakan format yang sama dengan /etc/crontab. Ketika perubahan pada crontab disimpan, crontab disimpan sesuai dengan nama pengguna dan ditulis ke berkas /var/spool/cron/username. Untuk mencantumkan konten berkas crontab pengguna saat ini, gunakan perintah crontab -l.

Direktori /etc/cron.d/ berisi berkas yang memiliki sintaks yang sama dengan berkas /etc/crontab. Hanya root yang diizinkan untuk membuat dan memodifikasi berkas di direktori ini.

Jangan me-restart daemon untuk menerapkan perubahan

Daemon cron memeriksa berkas /etc/anacrontab, berkas /etc/crontab, direktori /etc/cron.d/, dan direktori /var/spool/cron/ setiap menit untuk perubahan dan perubahan yang terdeteksi dimuat ke dalam memori. Oleh karena itu tidak perlu me-restart daemon setelah berkas anacrontab atau crontab diubah.

Mengontrol Akses ke Cron

Untuk membatasi akses ke Cron, Anda dapat menggunakan berkas /etc/cron.allow dan /etc/cron.deny. Berkas kontrol akses ini menggunakan format yang sama dengan satu nama pengguna di setiap baris. Ingatlah bahwa tidak ada karakter spasi yang diizinkan di kedua berkas tersebut.

Jika berkas cron.allow ada, hanya pengguna yang tercantum dalam berkas yang diizinkan menggunakan cron, dan berkas cron.deny diabaikan.

Jika berkas cron.allow tidak ada, pengguna yang tercantum dalam berkas cron.deny tidak diizinkan menggunakan Cron.

Daemon Cron (crond) tidak harus dimulai ulang jika berkas kontrol akses dimodifikasi. Berkas kontrol akses diperiksa setiap kali pengguna mencoba menambahkan atau menghapus pekerjaan cron.

Pengguna root selalu dapat menggunakan cron, terlepas dari nama pengguna yang tercantum dalam berkas kontrol akses.

Anda dapat mengontrol akses juga melalui Pluggable Authentication Modules (PAM). Pengaturan disimpan dalam berkas /etc/security/access.conf. Misalnya, setelah menambahkan baris berikut ke berkas, tidak ada pengguna lain selain pengguna root yang dapat membuat crontab:

-:ALL EXCEPT root :cron

Pekerjaan terlarang dicatat dalam berkas log yang sesuai atau, saat menggunakan [command] crontab -e, dikembalikan ke keluaran standar. Untuk informasi selengkapnya, lihat halaman manual access.conf.5.

Daftar Hitam dan Putih dari Tugas Cron

Daftar pekerjaan hitam dan putih digunakan untuk menentukan bagian dari pekerjaan yang tidak perlu dieksekusi. Ini berguna saat memanggil skrip run-parts pada direktori Cron, seperti /etc/cron.daily/: jika pengguna menambahkan program yang terletak di direktori ke daftar hitam pekerjaan, skrip run-parts tidak akan menjalankan program ini.

Untuk menentukan daftar hitam, buat berkas jobs.deny di direktori tempat menjalankan skrip run-parts. Misalnya, jika Anda perlu menghilangkan program tertentu dari /etc/cron.daily/, buat berkas /etc/cron.daily/jobs.deny. Dalam berkas ini, tentukan nama program yang akan dihilangkan dari eksekusi (hanya program yang terletak di direktori yang sama yang dapat didaftarkan). Jika pekerjaan menjalankan perintah yang menjalankan program dari direktori /etc/cron.daily/, seperti run-parts /etc/cron.daily, program yang ditentukan dalam berkas jobs.deny tidak akan dieksekusi.

Untuk menentukan daftar putih, buat berkas jobs.allow.

Prinsip-prinsip jobs.deny dan jobs.allow sama dengan prinsip cron.deny dan cron.allow yang dijelaskan di bagian Mengendalikan Akses ke Cron.

At dan Batch

Sementara Cron digunakan untuk menjadwalkan tugas berulang, utilitas At digunakan untuk menjadwalkan tugas satu kali pada waktu tertentu dan utilitas Batch digunakan untuk menjadwalkan tugas satu kali yang akan dieksekusi ketika rata-rata beban sistem turun di bawah 0,8.

Memasang At dan Batch

Untuk menentukan apakah paket at sudah terpasang pada sistem Anda, jalankan perintah berikut:

rpm -q at

Perintah mengembalikan nama lengkap paket at jika sudah dipasang atau memberi tahu Anda bahwa paket tidak tersedia.

Untuk memasang paket, gunakan perintah dnf dalam bentuk berikut sebagai root:

dnf install package

Misalnya, untuk memasang At dan Batch, ketik yang berikut di shell prompt:

~]# dnf install at

Untuk informasi selengkapnya tentang cara memasang paket baru di Fedora, lihat Memasang Paket.

Menjalankan Layanan At

Pekerjaan At dan Batch keduanya dilakukan oleh layanan atd. Bagian ini memberikan informasi tentang cara memulai, menghentikan, dan memulai ulang layanan atd, dan menunjukkan cara mengonfigurasinya untuk memulai secara otomatis pada waktu boot.

Memulai dan Menghentikan Layanan At

Untuk menentukan apakah layanan berjalan, gunakan perintah berikut:

systemctl status atd.service

Untuk menjalankan layanan atd di sesi saat ini, ketik yang berikut di shell prompt sebagai root:

systemctl start atd.service

Untuk mengonfigurasi layanan agar memulai secara otomatis pada waktu boot, gunakan perintah berikut sebagai root:

systemctl enable atd.service

Disarankan agar Anda mengonfigurasi sistem Anda untuk memulai layanan atd secara otomatis pada waktu boot.

Menghentikan Layanan At

Untuk menghentikan layanan atd, ketik yang berikut di shell prompt sebagai root:

systemctl stop atd.service

Untuk mencegah layanan dimulai secara otomatis pada waktu boot, gunakan perintah berikut sebagai root:

systemctl disable atd.service

Memulai Ulang Layanan At

Untuk memulai ulang layanan atd, ketik yang berikut di shell prompt sebagai root:

systemctl restart atd.service

Perintah ini menghentikan layanan dan memulainya lagi secara berurutan cepat.

Mengonfigurasi Suatu Tugas At

Untuk menjadwalkan pekerjaan satu kali pada waktu tertentu dengan utilitas At, lakukan hal berikut:

  1. Pada baris perintah, ketik perintah at TIME, di mana TIME adalah waktu ketika perintah akan dijalankan.

    Argumen TIME dapat didefinisikan dalam salah satu format berikut:

    • HH:MM menentukan jam dan menit yang tepat; Misalnya, 04:00 menentukan 4:00 pagi.

    • midnight menyatakan pukul 12:00 malam.

    • noon menyatakan pukul 12:00 siang.

    • teatime menyatakan 4:00 sore.

    • Format BULANTANGGALTAHUN; Misalnya, Januari 15 2012 menyatakan hari ke-15 di bulan Januari pada tahun 2012. Nilai tahun adalah opsional.

    • MMDDYY, MM/DD/YY, atau MM.DD.YY format; Misalnya, 011512 untuk hari ke-15 Januari di tahun 2012.

    • now + TIME di mana TIME didefinisikan sebagai bilangan bulat dan tipe nilai: menit, jam, hari, atau minggu. Misalnya, now + 5 days menentukan bahwa perintah akan dijalankan pada waktu yang sama lima hari dari sekarang.

      Waktu harus ditentukan terlebih dahulu, diikuti oleh tanggal opsional. Untuk informasi selengkapnya tentang format waktu, lihat berkas teks /usr/share/doc/at-<versi>/timespec.

      Jika waktu yang ditentukan telah berlalu, pekerjaan dijalankan pada saat yang sama keesokan harinya.

  2. Dalam prompt at> yang ditampilkan, tentukan perintah pekerjaan:

    1. Ketik perintah yang harus dijalankan pekerjaan dan tekan Enter. Secara opsional, ulangi langkah untuk memberikan beberapa perintah.

    2. Masukkan skrip shell di prompt dan tekan Enter setelah setiap baris dalam skrip.

      Pekerjaan akan menggunakan shell yang diatur di lingkungan SHELL pengguna, shell login pengguna, atau /bin/sh (mana yang ditemukan pertama kali).

  3. Setelah selesai, tekan Ctrl+D pada baris kosong untuk keluar dari prompt.

Jika kumpulan perintah atau skrip mencoba menampilkan informasi ke keluaran standar, keluaran dikirim melalui surel ke pengguna.

Untuk melihat daftar pekerjaan yang tertunda, gunakan perintah atq. Lihat Melihat Pekerjaan yang Tertunda untuk informasi lebih lanjut.

Anda juga dapat membatasi penggunaan perintah at. Untuk informasi selengkapnya, lihat Mengendalikan Akses ke At dan Batch untuk detailnya.

Mengonfigurasi Pekerjaan Batch

Aplikasi Batch menjalankan tugas satu kali yang ditentukan ketika rata-rata beban sistem menurun di bawah 0,8.

Untuk menentukan pekerjaan Batch, lakukan hal berikut:

  1. Pada baris perintah, ketik perintah batch.

  2. Dalam prompt at> yang ditampilkan, tentukan perintah pekerjaan:

    1. Ketik perintah yang harus dijalankan pekerjaan dan tekan Enter. Secara opsional, ulangi langkah untuk memberikan beberapa perintah.

    2. Masukkan skrip shell di prompt dan tekan Enter setelah setiap baris dalam skrip.

      Jika skrip dimasukkan, pekerjaan menggunakan shell yang diatur di lingkungan SHELL pengguna, shell login pengguna, atau /bin/sh (mana yang ditemukan pertama kali).

  3. Setelah selesai, tekan Ctrl+D pada baris kosong untuk keluar dari prompt.

Jika kumpulan perintah atau skrip mencoba menampilkan informasi ke keluaran standar, keluaran dikirim melalui surel ke pengguna.

Untuk melihat daftar pekerjaan yang tertunda, gunakan perintah atq. Lihat Melihat Pekerjaan yang Tertunda untuk informasi lebih lanjut.

Anda juga dapat membatasi penggunaan perintah batch. Untuk informasi selengkapnya, lihat Mengendalikan Akses ke At dan Batch untuk detailnya.

Melihat Tugas Tertunda

Untuk melihat pekerjaan At dan Batch yang tertunda, jalankan perintah atq. Perintah atq menampilkan daftar pekerjaan yang tertunda, dengan setiap pekerjaan pada baris terpisah. Setiap baris mengikuti nomor pekerjaan, tanggal, jam, kelas kerja, dan format nama pengguna. Pengguna hanya dapat melihat pekerjaan mereka sendiri. Jika pengguna root menjalankan perintah atq, semua pekerjaan untuk semua pengguna akan ditampilkan.

Opsi Baris Perintah Tambahan

Opsi baris perintah tambahan untuk at dan batch mencakup yang berikut:

Tabel 1. Opsi Baris Perintah at dan batch
Opsi Deskripsi

-f

Baca perintah atau skrip shell dari berkas alih-alih menentukannya di prompt.

-m

Kirim surel ke pengguna saat pekerjaan selesai.

-v

Tampilkan waktu pekerjaan dijalankan.

Mengontrol Akses ke At dan Batch

Anda dapat membatasi akses ke perintah at dan batch menggunakan berkas /etc/at.allow dan /etc/at.deny. Berkas kontrol akses ini menggunakan format yang sama yang mendefinisikan satu nama pengguna pada setiap baris. Ingatlah bahwa tidak ada spasi yang diizinkan di kedua berkas tersebut.

Jika berkas at.allow ada, hanya pengguna yang tercantum dalam berkas yang diizinkan untuk menggunakan at atau batch, dan berkas at.deny diabaikan.

Jika at.allow tidak ada, pengguna yang terdaftar di at.deny tidak diizinkan menggunakan at atau batch.

Daemon at (atd) tidak harus dimulai ulang jika berkas kontrol akses dimodifikasi. Berkas kontrol akses dibaca setiap kali pengguna mencoba menjalankan perintah at atau batch.

Pengguna root selalu dapat menjalankan perintah at dan batch, terlepas dari konten berkas kontrol akses.

Sumber Daya Tambahan

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang mengonfigurasi tugas otomatis, lihat dokumentasi terpasang berikut:

  • halaman man cron(8) berisi ikhtisar cron.

  • halaman man crontab di bagian 1 dan 5:

    • Halaman manual di bagian 1 berisi ikhtisar berkas crontab.

    • Halaman man di bagian 5 berisi format untuk berkas dan beberapa contoh entri.

  • Halaman manual anacron(8) berisi ikhtisar anacron.

  • Halaman manual anacrontab(5) berisi ikhtisar berkas anacrontab.

  • Halaman manual run-parts(4) berisi ikhtisar skrip run-parts.

  • /usr/share/doc/at/timespec berisi informasi terperinci tentang nilai waktu yang dapat digunakan dalam definisi pekerjaan cron.

  • Halaman manual at berisi deskripsi at dan batch dan opsi baris perintah mereka.