Documentation for a newer release is available. View Latest

Mengonfigurasi NTP Menggunakan ntpd

Pengantar NTP

The Network Time Protocol (NTP) enables the accurate dissemination of time and date information in order to keep the time clocks on networked computer systems synchronized to a common reference over the network or the Internet. Many standards bodies around the world have atomic clocks which may be made available as a reference. The satellites that make up the Global Position System contain more than one atomic clock, making their time signals potentially very accurate. Their signals can be deliberately degraded for military reasons. An ideal situation would be where each site has a server, with its own reference clock attached, to act as a site-wide time server. Many devices which obtain the time and date via low frequency radio transmissions or the Global Position System (GPS) exist. However for most situations, a range of publicly accessible time servers connected to the Internet at geographically dispersed locations can be used. These NTP servers provide "Coordinated Universal Time" (UTC). Information about these time servers can found at

Accurate time keeping is important for a number of reasons in IT. In networking for example, accurate time stamps in packets and logs are required. Logs are used to investigate service and security issues and so time stamps made on different systems must be made by synchronized clocks to be of real value. As systems and networks become increasingly faster, there is a corresponding need for clocks with greater accuracy and resolution. In some countries there are legal obligations to keep accurately synchronized clocks. Please see for more information. In Linux systems, NTP is implemented by a daemon running in user space. The default NTP user space daemon in Fedora 27 is chronyd. It must be disabled if you want to use the ntpd daemon. See Configuring NTP Using the chrony Suite for information on chrony.

The user space daemon updates the system clock, which is a software clock running in the kernel. Linux uses a software clock as its system clock for better resolution than the typical embedded hardware clock referred to as the "Real Time Clock" (RTC). See the rtc(4) and hwclock(8) man pages for information on hardware clocks. The system clock can keep time by using various clock sources. Usually, the Time Stamp Counter (TSC) is used. The TSC is a CPU register which counts the number of cycles since it was last reset. It is very fast, has a high resolution, and there are no interrupts. On system start, the system clock reads the time and date from the RTC. The time kept by the RTC will drift away from actual time by up to 5 minutes per month due to temperature variations. Hence the need for the system clock to be constantly synchronized with external time references. When the system clock is being synchronized by ntpd, the kernel will in turn update the RTC every 11 minutes automatically.

Strata NTP

Server NTP diklasifikasikan menurut jarak sinkronisasinya dari jam atom yang merupakan sumber sinyal waktu. Server dianggap diatur berlapis-lapis, atau strata, dari 1 di atas ke bawah hingga 15. Oleh karena itu kata stratum digunakan ketika mengacu pada lapisan tertentu. Jam atom disebut sebagai Stratum 0 karena ini adalah sumbernya, tetapi tidak ada paket Stratum 0 yang dikirim di Internet, semua jam atom stratum 0 melekat pada server yang disebut sebagai stratum 1. Server ini mengirimkan paket yang ditandai sebagai Stratum 1. Server yang disinkronkan melalui paket bertanda stratum n milik strata berikutnya yang lebih rendah, dan akan menandai paketnya sebagai stratum n+1. Server dari strata yang sama dapat bertukar paket satu sama lain tetapi masih ditetapkan sebagai milik hanya satu stratum, stratum satu di bawah referensi terbaik yang disinkronkan. Penunjukan Stratum 16 digunakan untuk menunjukkan bahwa server saat ini tidak disinkronkan ke sumber waktu yang dapat diandalkan.

Perhatikan bahwa secara baku klien NTP bertindak sebagai server untuk sistem dengan strata di bawahnya.

Berikut adalah ringkasan dari Strata NTP:

Stratum 0

Jam Atom dan sinyalnya disiarkan melalui Radio dan GPS

  • GPS (Global Positioning System)

  • Sistem Telepon Seluler

  • Siaran Radio Frekuensi Rendah+ WWVB (Colorado, AS.), JJY-40 dan JJY-60 (Jepang), DCF77 (Jerman), dan MSF (Inggris Raya)

    Sinyal-sinyal ini dapat diterima oleh perangkat khusus dan biasanya dihubungkan oleh RS-232 ke sistem yang digunakan sebagai server waktu organisasi atau seluruh situs.

Stratum 1

Komputer dengan jam radio, jam GPS, atau jam atom terpasang

Stratum 2

Membaca dari stratum 1; Melayani strata yang lebih rendah

Stratum 3

Membaca dari stratum 2; Melayani strata yang lebih rendah

Stratum n+1

Membaca dari stratum n{blank}; Melayani ke strata yang lebih rendah

Stratum 15

Membaca dari stratum 14; Ini adalah strata terendah.

Proses ini berlanjut hingga Stratum 15 yang merupakan stratum valid terendah. Label Stratum 16 digunakan untuk menunjukkan keadaan yang tidak disinkronkan.

Memahami NTP

Implementasi NTP ini memungkinkan akurasi sub-detik tercapai. Melalui Internet, akurasi hingga puluhan milidetik adalah normal. Pada Jaringan Area Lokal (LAN), akurasi 1 ms dimungkinkan dalam kondisi ideal. Ini karena penyimpangan jam sekarang diperhitungkan dan diperbaiki, yang tidak dilakukan dalam sistem protokol waktu versi lebih awal yang lebih sederhana. Resolusi 233 picoseconds disediakan dengan menggunakan stempel waktu 64-bit. 32-bit pertama dari stempel waktu digunakan untuk detik, 32-bit terakhir digunakan untuk pecahan detik.

NTP represents the time as a count of the number of seconds since 00:00 (midnight) 1 January, 1900 GMT. As 32-bits is used to count the seconds, this means the time will "roll over" in 2036. However NTP works on the difference between time stamps so this does not present the same level of problem as other implementations of time protocols have done. If a hardware clock that is within 68 years of the correct time is available at boot time then NTP will correctly interpret the current date. The NTP4 specification provides for an "Era Number" and an "Era Offset" which can be used to make software more robust when dealing with time lengths of more than 68 years. Note, please do not confuse this with the Unix Year 2038 problem.

The NTP protocol provides additional information to improve accuracy. Four time stamps are used to allow the calculation of round-trip time and server response time. In order for a system in its role as NTP client to synchronize with a reference time server, a packet is sent with an "originate time stamp". When the packet arrives, the time server adds a "receive time stamp". After processing the request for time and date information and just before returning the packet, it adds a "transmit time stamp". When the returning packet arrives at the NTP client, a "receive time stamp" is generated. The client can now calculate the total round trip time and by subtracting the processing time derive the actual traveling time. By assuming the outgoing and return trips take equal time, the single-trip delay in receiving the NTP data is calculated. The full NTP algorithm is much more complex than presented here.

When a packet containing time information is received it is not immediately responded to, but is first subject to validation checks and then processed together with several other time samples to arrive at an estimate of the time. This is then compared to the system clock to determine the time offset, the difference between the system clock’s time and what ntpd has determined the time should be. The system clock is adjusted slowly, at most at a rate of 0.5ms per second, to reduce this offset by changing the frequency of the counter being used. It will take at least 2000 seconds to adjust the clock by 1 second using this method. This slow change is referred to as slewing and cannot go backwards. If the time offset of the clock is more than 128ms (the default setting), ntpd can "step" the clock forwards or backwards. If the time offset at system start is greater than 1000 seconds then the user, or an installation script, should make a manual adjustment. See Configuring the Date and Time. With the -g option to the ntpd command (used by default), any offset at system start will be corrected, but during normal operation only offsets of up to 1000 seconds will be corrected.

Beberapa perangkat lunak mungkin gagal atau menghasilkan kesalahan jika waktu diubah mundur. Untuk sistem yang sensitif terhadap perubahan langkah dalam waktu, ambang batas dapat diubah menjadi 600 detik, bukan 128ms menggunakan opsi -x (tidak terkait dengan opsi -g). Menggunakan opsi -x untuk meningkatkan batas loncatan dari 0,128 detik menjadi 600 detik memiliki kelemahan karena metode pengendalian jam yang berbeda harus digunakan. Ini menonaktifkan disiplin jam kernel dan mungkin memiliki dampak negatif pada akurasi jam. Opsi -x dapat ditambahkan ke berkas konfigurasi /etc/sysconfig/ntpd.

Memahami Berkas Drift

Berkas drift digunakan untuk menyimpan ofset frekuensi antara jam sistem yang berjalan pada frekuensi nominalnya dan frekuensi yang diperlukan untuk tetap sinkron dengan UTC. Jika ada, nilai yang terkandung dalam berkas drift dibaca pada awal sistem dan digunakan untuk memperbaiki sumber jam. Penggunaan berkas drift mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai waktu yang stabil dan akurat. Nilainya dihitung, dan berkas drift diganti, sekali per jam dengan ntpd. Berkas drift diganti, bukan hanya diperbarui, dan untuk alasan ini berkas drift harus berada di direktori di mana ntpd memiliki izin tulis.

UTC, Zona Waktu, dan DST

As NTP is entirely in UTC (Universal Time, Coordinated), Timezones and DST (Daylight Saving Time) are applied locally by the system. The file /etc/localtime is a copy of, or symlink to, a zone information file from /usr/share/zoneinfo. The RTC may be in localtime or in UTC, as specified by the 3rd line of /etc/adjtime, which will be one of LOCAL or UTC to indicate how the RTC clock has been set. Users can easily change this setting using the checkbox System Clock Uses UTC in the Date and Time graphical configuration tool. See Configuring the Date and Time for information on how to use that tool. Running the RTC in UTC is recommended to avoid various problems when daylight saving time is changed.

Pengoperasian ntpd dijelaskan secara lebih rinci di halaman man ntpd(8). Bagian sumber daya mencantumkan sumber informasi yang berguna. Lihat Sumber Daya Tambahan.

Opsi Autentikasi untuk NTP

NTPv4 added support for the Autokey Security Architecture, which is based on public asymmetric cryptography while retaining support for symmetric key cryptography. The Autokey Security Architecture is described in RFC 5906 Network Time Protocol Version 4: Autokey Specification. The man page ntp_auth(5) describes the authentication options and commands for ntpd.

Penyerang di jaringan dapat mencoba mengganggu layanan dengan mengirim paket NTP dengan informasi waktu yang salah. Pada sistem yang menggunakan kumpulan publik server NTP, risiko ini dikurangi dengan memiliki lebih dari tiga server NTP dalam daftar server NTP publik di /etc/ntp.conf. Jika hanya satu kali sumber yang terkompromi atau dipalsukan, ntpd akan mengabaikan sumber itu. Anda harus melakukan penilaian risiko dan mempertimbangkan dampak waktu yang salah pada aplikasi dan organisasi Anda. Jika Anda memiliki sumber waktu internal, Anda harus mempertimbangkan langkah-langkah untuk melindungi jaringan tempat paket NTP didistribusikan. Jika Anda melakukan penilaian risiko dan menyimpulkan bahwa risikonya dapat diterima, dan dampaknya terhadap aplikasi Anda minimal, maka Anda dapat memilih untuk tidak menggunakan otentikasi.

Mode broadcast dan multicast memerlukan otentikasi secara baku. Jika Anda telah memutuskan untuk mempercayai jaringan maka Anda dapat menonaktifkan otentikasi dengan menggunakan direktif disable auth dalam berkas ntp.conf. Atau, otentikasi perlu dikonfigurasi dengan menggunakan kunci simetris SHA1 atau MD5, atau oleh kriptografi kunci publik (asimetris) menggunakan skema Autokey. Skema Autokey untuk kriptografi asimetris dijelaskan di halaman man ntp_auth(8) dan pembuatan kunci dijelaskan dalam ntp-keygen(8). Untuk menerapkan kriptografi kunci simetris, lihat Mengonfigurasi Otentikasi Simetrik Memakai suatu Kunci untuk penjelasan tentang opsi key.

Mengelola Waktu di Mesin Virtual

Virtual machines cannot access a real hardware clock and a virtual clock is not stable enough as the stability is dependent on the host systems work load. For this reason, para-virtualized clocks should be provided by the virtualization application in use (for more information see Libvirt Managed Timers in the Virtualization Administration Guide). On Fedora with KVM the default clock source is kvm-clock. See the KVM guest timing management chapter of the Virtualization Host Configuration and Guest Installation Guide.

Understanding Leap Seconds

Greenwich Mean Time (GMT) was derived by measuring the solar day, which is dependent on the Earth’s rotation. When atomic clocks were first made, the potential for more accurate definitions of time became possible. In 1958, International Atomic Time (TAI) was introduced based on the more accurate and very stable atomic clocks. A more accurate astronomical time, Universal Time 1 (UT1), was also introduced to replace GMT. The atomic clocks are in fact far more stable than the rotation of the Earth and so the two times began to drift apart. For this reason UTC was introduced as a practical measure. It is kept within one second of UT1 but to avoid making many small trivial adjustments it was decided to introduce the concept of a leap second in order to reconcile the difference in a manageable way. The difference between UT1 and UTC is monitored until they drift apart by more than half a second. Then only is it deemed necessary to introduce a one second adjustment, forward or backward. Due to the erratic nature of the Earth’s rotational speed, the need for an adjustment cannot be predicted far into the future. The decision as to when to make an adjustment is made by the International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS). However, these announcements are important only to administrators of Stratum 1 servers because NTP transmits information about pending leap seconds and applies them automatically.

Memahami Berkas Konfigurasi ntpd

Daemon, ntpd, membaca berkas konfigurasi saat sistem dimulai atau ketika layanan dimulai ulang. Lokasi baku untuk berkas adalah /etc/ntp.conf dan Anda dapat melihat berkas dengan memasukkan perintah berikut:

~]$ less /etc/ntp.conf

Perintah konfigurasi dijelaskan secara singkat nanti dalam bab ini, lihat Mengonfigurasi NTP, dan secara lebih rinci di halaman man ntp.conf(5).

Berikut penjelasan singkat mengenai isi berkas konfigurasi baku:

Entri driftfile

Suatu path ke berkas drift ditentukan, entri baku pada Fedora adalah:

driftfile /var/lib/ntp/drift

Jika Anda mengubah ini, pastikan direktori dapat ditulis oleh ntpd. Berkas berisi satu nilai yang digunakan untuk menyesuaikan frekuensi jam sistem setelah setiap sistem atau layanan dimulai. Lihat Memahami Berkas Drift untuk informasi lebih lanjut.

Entri kontrol akses

Baris berikut menetapkan pembatasan kontrol akses baku:

restrict default nomodify notrap nopeer noquery
  • Opsi nomodify mencegah perubahan apa pun pada konfigurasi.

  • The notrap option prevents ntpdc control message protocol traps.

  • Opsi nopeer mencegah asosiasi peer dibentuk.

  • Opsi noquery mencegah kueri ntpq dan ntpdc, tetapi bukan kueri waktu, dijawab.

Kueri ntpq dan ntpdc dapat digunakan dalam serangan amplifikasi, oleh karena itu jangan hapus opsi noquery dari perintah restrict default pada sistem yang dapat diakses publik.

Lihat CVE-2013-5211 untuk lebih jelasnya.

Addresses within the range are sometimes required by various processes or applications. As the "restrict default" line above prevents access to everything not explicitly allowed, access to the standard loopback address for IPv4 and IPv6 is permitted by means of the following lines:

# the administrative functions.
restrict ::1

Alamat dapat ditambahkan di bawahnya jika secara khusus diperlukan oleh aplikasi lain.

Hosts on the local network are not permitted because of the "restrict default" line above. To change this, for example to allow hosts from the network to query the time and statistics but nothing more, a line in the following format is required:

restrict mask nomodify notrap nopeer

Untuk mengizinkan akses tidak terbatas dari host tertentu, misalnya, baris dalam format berikut diperlukan:


Mask diterapkan jika tidak ada yang ditentukan.

Perintah pembatasan dijelaskan di halaman manual ntp_acc(5).

Entri server publik

Secara baku, berkas ntp.conf berisi empat entri server publik:

server iburst
server iburst
server iburst
server iburst
Entri server multicast broadcast

Secara baku, berkas ntp.conf berisi beberapa contoh yang dikomentari. Ini sebagian besar cukup jelas. Lihat Mengonfigurasi NTP untuk penjelasan perintah tertentu. Jika diperlukan, tambahkan perintah Anda tepat di bawah contoh.

Ketika program klien DHCP, dhclient, menerima daftar server NTP dari server DHCP, ia menambahkannya ke ntp.conf dan memulai ulang layanan. Untuk menonaktifkan fitur itu, tambahkan PEERNTP=no ke /etc/sysconfig/network.

Memahami Berkas Sysconfig ntpd

Berkas akan dibaca oleh skrip init ntpd pada layanan dimulai. Konten baku adalah sebagai berikut:

# Command line options for ntpd

Opsi -g memungkinkan ntpd untuk mengabaikan batas ofset 1000 detik dan mencoba menyinkronkan waktu meskipun ofset lebih dari 1000 detik, tetapi hanya pada start sistem. Tanpa opsi itu ntpd akan keluar jika ofset waktu lebih besar dari 1000 detik. Ini juga akan keluar setelah sistem dimulai jika layanan dimulai ulang dan ofset lebih besar dari 1000 detik bahkan dengan opsi -g.

Menonaktifkan chrony

Untuk menggunakan ntpd, daemon baku ruang pengguna, chronyd, harus dihentikan dan dinonaktifkan. Jalankan perintah berikut sebagai root:

~]# systemctl stop chronyd

Untuk mencegahnya restart saat sistem mulai berjalan, jalankan perintah berikut sebagai root:

~]# systemctl disable chronyd

Untuk memeriksa status chronyd, jalankan perintah berikut:

~]$ systemctl status chronyd

Memeriksa apakah Daemon NTP Terpasang

Untuk memeriksa apakah ntpd terpasang, jalankan perintah berikut sebagai root:

~]# dnf install ntp

NTP diimplementasikan melalui daemon atau layanan ntpd, yang terkandung dalam paket ntp.

Memasang Daemon NTP (ntpd)

Untuk memasang ntpd, jalankan perintah berikut sebagai root:

~]# dnf install ntp

Untuk mengaktifkan ntpd saat sistem mulai berjalan, jalankan perintah berikut sebagai root:

~]# systemctl enable ntpd

Memeriksa Status NTP

Untuk memeriksa apakah ntpd berjalan dan dikonfigurasi untuk dijalankan pada awal sistem, jalankan perintah berikut:

~]$ systemctl status ntpd

Untuk mendapatkan laporan status singkat dari ntpd, jalankan perintah berikut:

~]$ ntpstat
  time server re-starting
   polling server every 64 s
~]$ ntpstat
synchronised to NTP server ( at stratum 2
   time correct to within 52 ms
   polling server every 1024 s

Mengonfigurasi Firewall agar Mengizinkan Paket NTP Masuk

Lalu lintas NTP terdiri dari paket UDP pada port 123 dan perlu diizinkan melalui firewall berbasis jaringan dan host agar NTP berfungsi.

Periksa apakah firewall dikonfigurasi untuk memungkinkan lalu lintas NTP masuk untuk klien menggunakan alat grafis Konfigurasi Firewall.

Untuk memulai alat grafis firewall-config, tekan tombol Super untuk masuk Ringkasan Aktivitas, ketik firewall lalu tekan Enter. Jendela Konfigurasi Firewall terbuka. Anda akan dimintai kata sandi pengguna Anda.

Untuk memulai alat konfigurasi firewall grafis menggunakan baris perintah, masukkan perintah berikut sebagai pengguna root:

~]# firewall-config

Jendela Konfigurasi Firewall terbuka. Catatan, perintah ini dapat dijalankan sebagai pengguna normal tetapi Anda kemudian akan dimintai kata sandi root dari waktu ke waktu.

Look for the word "Connected" in the lower left corner. This indicates that the firewall-config tool is connected to the user space daemon, firewalld.

Ubah Pengaturan Firewall

Untuk segera mengubah pengaturan firewall saat ini, pastikan menu pemilihan drop-down berlabel Konfigurasi diatur ke Runtime. Atau, untuk mengedit pengaturan yang akan diterapkan pada awal sistem berikutnya, atau memuat ulang firewall, pilih Permanen dari daftar drop-down.

Saat membuat perubahan pada pengaturan firewall dalam mode Runtime, pilihan Anda langsung berlaku saat Anda mengatur atau mengosongkan kotak centang yang terkait dengan layanan. Anda harus mengingat hal ini saat bekerja pada sistem yang mungkin digunakan oleh pengguna lain.

Saat membuat perubahan pada pengaturan firewall dalam mode Permanen, pilihan Anda hanya akan berlaku saat Anda memuat ulang firewall atau sistem dimulai ulang. Untuk memuat ulang firewall, pilih menu Opsi dan pilih Muat Ulang Firewall.

Membuka Port di Firewall untuk Paket NTP

Untuk mengizinkan lalu lintas melalui firewall ke port tertentu, mulai alat firewall-config dan pilih zona jaringan yang pengaturannya ingin Anda ubah. Pilih tab Port dan kemudian klik tombol Tambah. Jendela Port dan Protokol terbuka.

Masukkan nomor port 123 dan pilih udp dari daftar drop-down.

Mengonfigurasi Server ntpdate

Tujuan dari layanan ntpdate adalah untuk mengatur jam selama boot sistem. Ini digunakan sebelumnya untuk memastikan bahwa layanan yang dimulai setelah ntpdate akan memiliki waktu yang tepat dan tidak mengamati lompatan dalam waktu. Penggunaan ntpdate dan daftar step-ticker dianggap usang sehingga Fedora menggunakan opsi -g untuk perintah ntpd dan bukan ntpdate secara baku.

Layanan ntpdate di Fedora sebagian besar hanya berguna jika digunakan sendiri tanpa ntpd. Dengan systemd, yang memulai layanan secara paralel, mengaktifkan layanan ntpdate tidak akan memastikan bahwa layanan lain yang dimulai setelah itu akan memiliki waktu yang tepat kecuali mereka menentukan ketergantungan pemesanan pada, yang disediakan oleh layanan ntpdate. Layanan ntp-wait (dalam subpaket ntp-perl) menyediakan target time-sync untuk layanan ntpd. Untuk memastikan layanan dimulai dengan waktu yang tepat, tambahkan ke layanan dan aktifkan salah satu layanan yang menyediakan target (ntpdate atau sntp, atau ntp-wait jika ntpd diaktifkan). Beberapa layanan di Fedora memiliki ketergantungan yang disertakan secara baku (misalnya, dhcpd, dhcpd6, dan crond).

Untuk memeriksa apakah layanan ntpdate diaktifkan untuk berjalan pada awal sistem, berikan perintah berikut:

~]$ systemctl status ntpdate

Untuk mengaktifkan layanan agar berjalan pada awal sistem, berikan perintah berikut sebagai root:

~]# systemctl enable ntpdate

Di Fedora, berkas baku /etc/ntp/step-tickers berisi Untuk mengonfigurasi server ntpdate tambahan, menggunakan penyunting teks yang berjalan sebagai root, sunting /etc/ntp/step-tickers. Jumlah server yang terdaftar tidak terlalu penting karena ntpdate hanya akan menggunakan ini untuk mendapatkan informasi tanggal sekali ketika sistem dimulai. Jika Anda memiliki server waktu internal, gunakan nama host tersebut untuk baris pertama. Host tambahan di baris kedua sebagai cadangan masuk akal. Pemilihan server cadangan dan apakah host kedua bersifat internal atau eksternal tergantung pada penilaian risiko Anda. Misalnya, apa kemungkinan masalah yang mempengaruhi server pertama juga mempengaruhi server kedua? Apakah konektivitas ke server eksternal akan lebih mungkin tersedia daripada konektivitas ke server internal jika terjadi kegagalan jaringan yang mengganggu akses ke server pertama?

Mengonfigurasi NTP

Untuk mengubah konfigurasi baku layanan NTP, gunakan penyunting teks yang berjalan sebagai pengguna root untuk menyunting berkas /etc/ntp.conf. Berkas ini dipasang bersama dengan ntpd dan dikonfigurasi untuk menggunakan server waktu dari pool Fedora secara baku. Halaman manual ntp.conf(5) menjelaskan opsi perintah yang dapat digunakan dalam berkas konfigurasi selain dari perintah pembatasan akses dan laju yang dijelaskan di halaman manual ntp_acc(5).

Mengonfigurasi Kontrol Akses ke Layanan NTP

Untuk membatasi atau mengontrol akses ke layanan NTP yang berjalan pada sistem, manfaatkan perintah restrict dalam berkas ntp.conf. Lihat contoh yang komentarnya dihapus:

# Hosts on local network are less restricted.
#restrict mask nomodify notrap

Perintah restrict mengambil bentuk berikut:

restrict option

di mana option adalah satu atau lebih dari:

  • ignore — Semua paket akan diabaikan, termasuk kueri ntpq dan ntpdc.

  • kod — a "Kiss-o'-death" packet is to be sent to reduce unwanted queries.

  • limited — jangan menanggapi permintaan layanan waktu jika paket melanggar nilai baku batas laju atau yang ditentukan oleh perintah discard. Kueri ntpq dan ntpdc tidak terpengaruh. Untuk informasi selengkapnya tentang perintah discard dan nilai baku, lihat Mengonfigurasi Pembatasan Laju Akses ke suatu Layanan NTP.

  • lowpriotrap — perangkap yang ditata dengan mencocokkan host agar menjadi prioritas rendah.

  • nomodify — mencegah perubahan apa pun pada konfigurasi.

  • noquery — mencegah kueri ntpq dan ntpdc, tetapi bukan kueri waktu, dijawab.

  • nopeer — mencegah asosiasi peer dibentuk.

  • noserve — tolak semua paket kecuali kueri ntpq dan ntpdc.

  • notrap — mencegah perangkap protokol pesan kontrol ntpdc.

  • notrust — menolak paket yang tidak diotentikasi secara kriptografis.

  • ntpport — memodifikasi algoritma pencocokan untuk hanya menerapkan pembatasan jika port sumber adalah port NTP UDP standar 123.

  • version — menolak paket yang tidak cocok dengan versi NTP saat ini.

To configure rate limit access to not respond at all to a query, the respective restrict command has to have the limited option. If ntpd should reply with a KoD packet, the restrict command needs to have both limited and kod options.

Kueri ntpq dan ntpdc dapat digunakan dalam serangan amplifikasi (lihat CVE-2013-5211 untuk lebih jelasnya), jangan hapus opsi noquery dari perintah restrict default pada sistem yang dapat diakses publik.

Mengonfigurasi Pembatasan Laju Akses ke Layanan NTP

To enable rate limiting access to the NTP service running on a system, add the limited option to the restrict command as explained in Configure Access Control to an NTP Service. If you do not want to use the default discard parameters, then also use the discard command as explained here.

Perintah discard mengambil bentuk berikut:

discard average value minimum value monitor value
  • average — menentukan jarak paket rata-rata minimum yang akan diizinkan, ia menerima argumen dalam log2 detik. Nilai defaultnya adalah 3 (23 sama dengan 8 detik).

  • minimum — menentukan jarak paket minimum yang akan diizinkan, ia menerima argumen dalam log2 detik. Nilai bakunya adalah 1 (21 sama dengan 2 detik).

  • monitor — menentukan probabilitas buang untuk paket setelah batas laju yang diizinkan terlampaui. Nilai baku adalah 3000 detik. Opsi ini ditujukan untuk server yang menerima 1000 permintaan atau lebih per detik.

Contoh perintah discard adalah sebagai berikut:

discard average 4
discard average 4 minimum 2
Menambahkan Alamat Peer

Untuk menambahkan alamat peer, artinya, alamat server yang menjalankan layanan NTP dari stratum yang sama, manfaatkan perintah peer dalam berkas ntp.conf.

Perintah peer mengambil bentuk berikut:

peer address

di mana address adalah alamat unicast IP atau nama DNS yang dapat di-resolve. Alamatnya hanya boleh dari sistem yang diketahui sebagai anggota dari stratum yang sama. Peer harus memiliki setidaknya satu sumber waktu yang berbeda satu sama lain. Peer biasanya berada di bawah kendali administratif yang sama.

Menambahkan Alamat Server

Untuk menambahkan alamat server, artinya, alamat server yang menjalankan layanan NTP dari stratum yang lebih tinggi, manfaatkan perintah server dalam berkas ntp.conf.

Perintah server mengambil bentuk berikut:

server address

di mana address adalah alamat unicast IP atau nama DNS yang dapat di-resolve. Alamat server acuan jarak jauh atau jam referensi lokal dari mana paket akan diterima.

Menambahkan Alamat Server Broadcast atau Multicast

Untuk menambahkan alamat broadcast atau multicast untuk pengiriman, artinya, alamat tujuan broadcast atau multicast paket NTP, gunakan perintah broadcast dalam berkas ntp.conf.

Mode broadcast dan multicast memerlukan autentikasi secara baku. Lihat Opsi Autentikasi untuk NTP.

Perintah broadcast mengambil bentuk berikut:

broadcast address

di mana address adalah alamat IP broadcast atau multicast tujuan paket dikirim.

This command configures a system to act as an NTP broadcast server. The address used must be a broadcast or a multicast address. Broadcast address implies the IPv4 address By default, routers do not pass broadcast messages. The multicast address can be an IPv4 Class D address, or an IPv6 address. The IANA has assigned IPv4 multicast address and IPv6 address FF05::101 (site local) to NTP. Administratively scoped IPv4 multicast addresses can also be used, as described in RFC 2365 Administratively Scoped IP Multicast.

Menambahkan Alamat Klien Manycast

Untuk menambahkan alamat klien manycast, artinya, untuk mengonfigurasi alamat multicast yang akan digunakan untuk penemuan server NTP, manfaatkan perintah manycastclient dalam berkas ntp.conf.

Perintah manycastclient mengambil bentuk berikut:

manycastclient address

di mana address adalah alamat multicast IP dari mana paket akan diterima. Klien akan mengirim permintaan ke alamat tersebut dan memilih server terbaik dari respons dan mengabaikan server lain. Komunikasi NTP kemudian menggunakan asosiasi unicast, seolah-olah server NTP yang ditemukan terdaftar di ntp.conf.

Perintah ini mengonfigurasi sistem untuk bertindak sebagai klien NTP. Sistem dapat berupa klien dan server secara bersamaan.

Menambahkan Alamat Klien Broadcast

Untuk menambahkan alamat klien broadcast, artinya, untuk mengonfigurasi alamat broadcast yang akan dipantau untuk paket broadcast NTP, manfaatkan perintah broadcastclient dalam berkas ntp.conf.

Perintah broadcastclient mengambil bentuk berikut:


Memungkinkan penerimaan pesan broadcast. Memerlukan autentikasi secara baku. Lihat Opsi Authentication bagi NTP.

Perintah ini mengonfigurasi sistem untuk bertindak sebagai klien NTP. Sistem dapat berupa klien dan server secara bersamaan.

Menambahkan Alamat Server Manycast

Untuk menambahkan alamat server manycast, artinya, untuk mengonfigurasi alamat untuk memungkinkan klien menemukan server dengan multicasting paket NTP, gunakan perintah manycastserver dalam berkas ntp.conf.

Perintah manycastserver mengambil bentuk berikut:

manycastserver address

Memungkinkan pengiriman pesan multicast. Di mana address adalah alamat untuk multicast ke. Ini harus digunakan bersama dengan otentikasi untuk mencegah gangguan layanan.

Perintah ini mengonfigurasi sistem untuk bertindak sebagai server NTP. Sistem dapat berupa klien dan server secara bersamaan.

Menambahkan Alamat Klien Multicast

Untuk menambahkan alamat klien multicast, artinya, untuk mengonfigurasi alamat multicast yang akan dipantau untuk paket multicast NTP, manfaatkan perintah multicastclient dalam berkas ntp.conf.

Perintah multicastclient mengambil bentuk berikut:

multicastclient address

Memungkinkan penerimaan pesan multicast. Di mana address adalah alamat untuk berlangganan. Ini harus digunakan bersama dengan otentikasi untuk mencegah gangguan layanan.

Perintah ini mengonfigurasi sistem untuk bertindak sebagai klien NTP. Sistem dapat berupa klien dan server secara bersamaan.

Mengonfigurasi Opsi Burst

Menggunakan opsi burst terhadap server publik dianggap sebagai penyalahgunaan. Jangan gunakan opsi ini dengan server NTP publik. Gunakan hanya untuk aplikasi dalam organisasi Anda sendiri.

Untuk meningkatkan kualitas rata-rata dari statistik ofset waktu, tambahkan opsi berikut ke akhir perintah server:


Pada setiap interval poll, ketika server merespons, sistem akan mengirim rentetan hingga delapan paket, bukan paket biasa. Untuk digunakan dengan perintah server untuk meningkatkan kualitas rata-rata perhitungan ofset waktu.

Mengonfigurasi Opsi iburst

Untuk memperbaiki waktu yang dibutuhkan untuk sinkronisasi awal, tambahkan opsi berikut ke akhir perintah server:


Pada setiap interval poll, kirim rentetan delapan paket, bukan satu. Ketika server tidak merespons, paket-paket dikirim berjarak 16 detik. Ketika server merespons, paket dikirim setiap 2 detik. Untuk digunakan dengan perintah server untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk sinkronisasi awal. Ini sekarang menjadi opsi baku dalam berkas konfigurasi.

Mengonfigurasi Otentikasi Simetris Menggunakan Kunci

Untuk mengonfigurasi otentikasi simetris menggunakan kunci, tambahkan opsi berikut ke akhir perintah server atau peer:

key number

di mana number berada dalam rentang 1 hingga 65534 inklusif. Opsi ini memungkinkan penggunaan message authentication code (MAC) dalam paket. Opsi ini untuk digunakan dengan perintah peer, server, broadcast, dan manycastclient.

Opsi ini dapat digunakan dalam berkas /etc/ntp.conf sebagai berikut:

server key 10
broadcast key 20
manycastclient key 30
Mengonfigurasi Interval Poll

Untuk mengubah interval poll baku, tambahkan opsi berikut ke akhir perintah server atau peer:

minpoll value and maxpoll value

Opsi untuk mengubah interval poll default, di mana interval dalam detik akan dihitung sebagai 2 pangkat value, dengan kata lain, interval dinyatakan dalam log2 detik. Nilai baku minpoll adalah 6, 26 sama dengan 64 detik. Nilai baku untuk maxpoll adalah 10, yang setara dengan 1024 detik. Nilai yang diizinkan berada dalam rentang 3 hingga 17 inklusif, yang masing-masing setara dengan 8 detik hingga 36,4 jam. Opsi ini untuk digunakan dengan peer atau server. Mengatur [opsi] maxpoll yang lebih pendek dapat meningkatkan akurasi jam.

Mengonfigurasi Preferensi Server

Untuk menentukan bahwa server tertentu harus lebih disukai di atas yang lain dengan kualitas statistik yang sama, tambahkan opsi berikut ke akhir perintah server atau peer:


Gunakan server ini untuk sinkronisasi dalam preferensi ke server lain dengan kualitas statistik yang sama. Opsi ini untuk digunakan dengan perintah peer atau server.

Mengkonfigurasi Time-to-Live untuk Paket NTP

Untuk menentukan bahwa nilai time-to-live (TTL) tertentu harus digunakan sebagai pengganti nilai baku, tambahkan opsi berikut ke akhir perintah server atau peer:

ttl value

Specify the time-to-live value to be used in packets sent by broadcast servers and multicast NTP servers. Specify the maximum time-to-live value to use for the "expanding ring search" by a manycast client. The default value is 127.

Mengonfigurasi Versi NTP yang Dipakai

Untuk menentukan bahwa versi tertentu dari NTP harus digunakan sebagai pengganti nilai baku, tambahkan opsi berikut ke akhir perintah server atau peer:

version value

Tentukan versi NTP yang diatur dalam paket NTP yang dibuat. Nilainya bisa dalam rentang 1 hingga 4. Bakunya adalah 4.

Mengonfigurasi Pembaruan Jam Perangkat Keras

Untuk mengonfigurasi jam sistem agar memperbarui jam perangkat keras, juga dikenal sebagai jam real-time (RTC), sekali setelah menjalankan ntpdate, tambahkan baris berikut ke /etc/sysconfig/ntpdate:


Untuk memperbarui jam perangkat keras dari jam sistem, keluarkan perintah berikut sebagai root:

~]# hwclock --systohc

Ketika jam sistem sedang disinkronkan oleh ntpd atau chronyd, kernel pada gilirannya akan memperbarui RTC setiap 11 menit secara otomatis.

Mengkonfigurasi Sumber Jam

Untuk mencantumkan sumber jam yang tersedia di sistem Anda, keluarkan perintah berikut:

~]$ cd /sys/devices/system/clocksource/clocksource0/
clocksource0]$ cat available_clocksource
kvm-clock tsc hpet acpi_pm
clocksource0]$ cat current_clocksource

Dalam contoh di atas, kernel menggunakan kvm-clock. Ini dipilih pada saat boot karena ini adalah mesin virtual.

Untuk menimpa sumber jam baku, tambahkan direktif clocksource ke baris GRUB_CMDLINE_LINUX di berkas /etc/default/grub dan buat ulang berkas grub.cfg. Misalnya:

GRUB_CMDLINE_LINUX=" crashkernel=auto vconsole.font=latarcyrheb-sun16 vconsole.keymap=us rhgb quiet clocksource=tsc"

Sumber jam yang tersedia bergantung pada arsitektur.

Bangun kembali berkas grub.cfg sebagai berikut:

  • Pada mesin berbasis BIOS, jalankan perintah berikut sebagai root:

~]# grub2-mkconfig -o /boot/grub2/grub.cfg
  • Pada komputer berbasis UEFI, jalankan perintah berikut sebagai root:

~]# grub2-mkconfig -o /boot/efi/EFI/redhat/grub.cfg

Sumber Daya Tambahan

Sumber informasi berikut menyediakan sumber daya tambahan mengenai NTP dan ntpd.

Dokumentasi Terpasang
  • Halaman manual ntpd(8) — Menjelaskan ntpd secara rinci, termasuk opsi baris perintah.

  • Halaman manual ntp.conf(5) — Berisi informasi tentang cara mengonfigurasi asosiasi dengan server dan peer.

  • Halaman manual ntpq(8) — Menjelaskan utilitas kueri NTP untuk memantau dan mengkueri server NTP.

  • Halaman manual ntpdc(8) — Menjelaskan utilitas ntpd untuk mengkueri dan mengubah status ntpd.

  • Halaman manual ntp_auth(5) — Menjelaskan opsi autentikasi, perintah, dan manajemen kunci untuk ntpd.

  • Halaman manual ntp_keygen(8) — Menjelaskan pembuatan kunci publik dan privat untuk ntpd.

  • Halaman manual ntp_acc(5) — Menjelaskan opsi kontrol akses menggunakan perintah restrict.

  • Halaman manual ntp_mon(5) — Menjelaskan opsi pemantauan untuk pengumpulan statistik.

  • Halaman manual ntp_clock(5) — Menjelaskan perintah untuk mengonfigurasi jam referensi.

  • Halaman manual ntp_misc(5) — Menjelaskan opsi lain-lain.

  • Halaman manual ntp_decode(5) — Mencantumkan kata-kata status, pesan peristiwa, dan kode kesalahan yang digunakan untuk pelaporan dan pemantauan ntpd.

  • Halaman manual ntpstat(8) — Menjelaskan utilitas untuk melaporkan status sinkronisasi daemon NTP yang berjalan di komputer lokal.

  • Halaman manual ntptime(8) — Menjelaskan utilitas untuk membaca dan mengatur variabel waktu kernel.

  • Halaman manual tickadj(8) — Menjelaskan utilitas untuk membaca, dan secara opsional mengatur, panjang tick.

Situs Web yang Berguna

Arsip Dokumentasi NTP

Proyek Penelitian Sinkronisasi Waktu Jaringan.

Informasi tentang Penemuan Server Otomatis di NTPv4.