Opsi Boot

Aplikasi instalasi Anaconda memberikan berbagai opsi boot untuk administrator yang berpengaruh pada hasil instalasi dengan mengaktifkan atau menonaktifkan fungsi tertentu. Untuk menggunakan opsi-opsi tersebut, anda harus melakukan boot dari media instalasi dan menambahkan opsi tersebut pada menu boot (lihat The Boot Menu), atau anda harus menambahkannya pada file konfigurasi server PXE jika anda melakukan booting dari jaringan (lihat Setting Up an Installation Server).

Anda dapat menggunakan beberapa opsi secara bersamaan; dalam hal ini, pisahkan dengan spasi tunggal.

Terdapat dua jenis opsi dasar yang dijelaskan dalam bab ini:

  • Opsi yang ditampilkan sebagai akhir dengan tanda "sama dengan" (=) memerlukan nilai untuk ditentukan - opsi tersebut tidak dapat digunakan sendiri. Misalnya, opsi inst.vncpassword= juga harus berisi nilai (dalam hal ini, kata sandi). Format yang benar adalah inst.vncpassword=password. Opsi ini dengan sendirinya tidak valid tanpa kata sandi yang ditentukan.

  • Opsi yang ditampilkan tanpa tanda "` = `pass: atribut []" tidak menerima nilai atau parameter apa pun. Misalnya, opsi rd.live.check memaksa Anaconda untuk memverifikasi media instalasi sebelum memulai instalasi; pemeriksaan akan dilakukan jika opsi ini ada, dan akan dilewati jika tidak ada.

Selain opsi yang dijelaskan dalam bab ini, prompt boot juga menerima opsi kernel [aplikasi] * dracut *. Daftar opsi ini tersedia pada manual dracut.cmdline (7).

Opsi boot khusus untuk program instalasi selalu dimulai dengan inst. dalam panduan ini. Awalan ini opsional untuk saat ini - misalnya, [option] resolution=1024x768 akan bekerja persis sama dengan inst.resolution=1024x768. Namun diharapkan awalan inst. akan menjadi keharusan di rilis mendatang.

Melakukan Konfigurasi Sistem Instalasi pada Menu Boot

Cara yang tepat untuk menentukan opsi boot khusus berbeda-beda berdasarkan arsitektur sistem Anda, firmware, dan metode yang Anda gunakan untuk melakukan boot instalasi. Jika Anda menjalankan boot dari media lokal, Anda dapat menentukan opsi pada menu boot, sebelum Anda memulai penginstalan; jika Anda melakukan booting dari jaringan menggunakan server PXE, Anda harus menambahkan opsi boot ke file konfigurasi boot loader sebelum Anda melakukan boot sistem instalasi. Untuk petunjuk khusus, lihat xref: ../ install / Booting_the_Installation.adoc # sect-boot-menu [Menu Boot] jika Anda melakukan booting dari media lokal, dan xref: Network_based_Installations.adoc # chap-pxe-server-setup [Setting Up Server Instalasi] jika Anda melakukan booting dari server.

Opsi Boot yang Tersedia

Opsi-opsi berikut tersedia di Fedora:

Menentukan Sumber Instalasi
inst.repo=

Menentukan sumber instalasi - yaitu lokasi di mana program instalasi dapat menemukan images dan paket yang diperlukan. Sebagai contoh:

inst.repo=cdrom

Sumber harus berupa:

  • installable tree yang merupakan struktur direktori berisi images program instalasi, paket dan repodata serta file .treeinfo yang valid

  • DVD (disk fisik yang dapat ditampilkan dalam drive DVD sistem)

  • ISO image dari DVD instalasi Fedora lengkap yang ditempatkan pada hard drive atau lokasi jaringan yang dapat diakses dari sistem instalasi

    Opsi ini memungkinkan konfigurasi metode instalasi berbeda menggunakan format yang berbeda. Sintaksnya dijelaskan pada tabel di bawah ini.

    Table 1. Sumber Instalasi
    Sumber instalasi Format opsi

    Drive CD/DVD apa saja

    inst.repo=cdrom

    Drive CD/DVD tertentu

    inst.repo=cdrom:device

    Hard Drive

    inst.repo=hd:device:/path

    HTTP Server

    inst.repo=http://host/path

    HTTPS Server

    inst.repo=https://host/path

    FTP Server

    inst.repo=ftp://username:password@host/path

    NFS Server

    inst.repo=nfs:[options:]server:/path [1]

    Nama perangkat disk dapat ditentukan menggunakan format berikut:

  • Nama perangkat kernel, sebagai contoh /dev/sda1 atau sdb2

  • Label file sistem, sebagai contoh LABEL=Flash atau LABEL=RHEL7

  • UUID file sistem, sebagai contoh UUID=8176c7bf-04ff-403a-a832-9557f94e61db

    Karakter non-alfanumerik harus direpresentasikan sebagai \xNN, di mana NN adalah representasi heksadesimal dari karakter tersebut. Misalnya, \x20 adalah spasi putih ("").

inst.stage2=

Tentukan lokasi image runtime program instalasi yang akan dimuat. Sintaksnya sama seperti di Installation Sources. Opsi ini mencari jalur menuju direktori yang berisi file .treeinfo yang valid; lokasi image runtime akan dibaca dari file ini jika ditemukan. Jika file .treeinfo tidak tersedia, Anaconda akan mencoba memuat image dari LiveOS/squashfs.img.

Secara default, opsi boot ini digunakan pada media instalasi dan diset ke label tertentu (misalnya, inst.stage2=hd:LABEL=F21\x20Server.x86_64). Jika Anda mengubah label default sistem file yang berisi image runtime, Anda juga harus menyunting opsi ini agar cocok dengan label baru.

inst.dd=

Jika Anda perlu melakukan pembaruan driver selama penginstalan, gunakan opsi[option]inst.dd=. Hal tersebut dapat dilakukan berkali-kali. Lokasi dari paket RPM driver dapat ditentukan menggunakan salah satu format yang dijelaskan di Installation Sources. Dengan pengecualian dari opsi inst.dd=cdrom, nama perangkat harus selalu ditentukan. Sebagai contoh:

inst.dd=hd:/dev/sdb1:/driver.rpm

Menggunakan opsi ini tanpa parameter apa pun (hanya sebagai inst.dd) akan membuat program instalasi meminta Anda untuk disk pembaruan driver dengan menu interaktif.

Anda tidak boleh melakukan pembaruan driver selama penginstalan kecuali jika driver bermasalah dan menghalangi Anda untuk menyelesaikan penginstalan. Memperbarui driver harus selalu dilakukan setelah sistem diinstal.

inst.askmethod

Cegah program instalasi dalam melakukan konfigurasi sumber penginstalan secara otomatis.

Normalnya saat Anda pertama kali masuk ke layar Installation Summary, program instalasi akan mencoba melakukan konfigurasi sumber instalasi berdasarkan jenis media yang Anda gunakan untuk boot. DVD Server Fedora lengkap akan melakukan konfigurasi sumber sebagai media lokal, image ISO netinst akan melakukan konfigurasi mirror jaringan terdekat, dll. Proses ini membutuhkan waktu; oleh karena itu, jika Anda berencana untuk menggunakan sumber yang berbeda dari default, opsi ini akan memungkinkan Anda untuk segera masuk ke layar Sumber Instalasi tanpa harus menunggu konfigurasi awal selesai.

Menggunakan opsi ini akan membuat konfigurasi sumber penginstalan dalam status galat - Anda harus menentukan sumber secara manual di layar Sumber Penginstalan untuk melanjutkan instalasi. Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan opsi inst.repo= yang dijelaskan di atas untuk melakukan konfigurasi sumber tertentu secara langsung di menu boot.

Opsi Boot Kickstart
inst.ks=

Memberikan lokasi file Kickstart yang akan digunakan untuk melakukan instalasi otomatis. Lokasi file dapat ditentukan dengan menggunakan salah satu format yang valid untuk inst.repo=. See Installation Sources untuk format yang valid.

Jika Anda hanya menentukan perangkat dan bukan jalurnya, program instalasi akan mencari file Kickstart di /ks.cfg pada perangkat yang ditentukan. Jika Anda menggunakan opsi ini tanpa menentukan perangkat, program instalasi akan menggunakan:

inst.ks=nfs:next-server:/filename

Pada contoh di atas, next-server adalah opsi DHCP next-server atau alamat IP dari DHCP server itu sendiri, dan filename adalah opsi DHCP filename, atau /kickstart/. Jika nama file yang diberikan diakhiri dengan karakter /, maka akan ditambahkan ip-kickstart . Sebagai contoh:

Table 2. Lokasi Default File Kickstart
Alamat server DHCP Alamat client Lokasi file Kickstart

192.168.122.1

192.168.122.100

192.168.122.1:/kickstart/192.168.122.100-kickstart

inst.ks.sendmac

Menambahkan header ke permintaan HTTP keluar dengan alamat MAC dari semua antarmuka jaringan. Sebagai contoh:

X-RHN-Provisioning-MAC-0: eth0 01:23:45:67:89:ab

Ini dapat berguna saat menggunakan inst.ks=http ke sistem penyediaan.

inst.ks.sendsn

Tambahkan header pada permintaan HTTP keluar. Header ini akan berisi nomor seri sistem, dibaca dari /sys/class/dmi/id/product_serial. Header tersebut akan memiliki sintaks berikut:

X-System-Serial-Number: R8VA23D
Opsi Konsol, Lingkungan, dan Tampilan
console=

Opsi kernel ini menentukan perangkat yang akan digunakan sebagai konsol utama. Misalnya, untuk menggunakan konsol pada port serial pertama, gunakan console=ttyS0. Opsi ini harus digunakan bersama dengan opsi inst.text.

Anda dapat menggunakan opsi ini beberapa kali. Dalam hal ini, pesan boot akan ditampilkan di semua konsol yang ditentukan, tetapi hanya konsol terakhir yang akan digunakan oleh program instalasi setelahnya. Misalnya, jika Anda menentukan console=ttyS0 console=ttyS1, program instalasi hanya akan menggunakan ttyS1.

noshell

Nonaktifkan akses ke shell root selama instalasi. Hal ini berguna untuk instalasi otomatis (Kickstart) - jika Anda menggunakan opsi ini, pengguna dapat melihat kemajuan instalasi, tetapi mereka tidak dapat mengganggunya dengan mengakses shell root melalui Ctrl+Alt+F2.

inst.lang=

Atur bahasa yang akan digunakan selama instalasi. Kode bahasa sama dengan yang digunakan dalam perintah lang Kickstart seperti yang dijelaskan dalam bahasa (opsional) - Konfigurasi Bahasa Selama Instalasi . Pada sistem di mana paket system-config-language diinstal, daftar nilai yang valid juga dapat ditemukan di /usr/share/system-config-language/locale-list.

Jika Anda melakukan instalasi secara interaktif, bahasa yang Anda tentukan menggunakan opsi ini akan dipilih secara default, tetapi Anda masih dapat mengubahnya di awal instalasi grafis.

inst.singlelang

Izinkan Anda menjalankan instalasi dalam mode satu bahasa - dengan kata lain, opsi ini menonaktifkan pemilihan bahasa untuk penginstal dan sistem yang diinstal. Jika Anda juga menggunakan opsi inst.lang= secara bersamaan, bahasa yang Anda tentukan akan digunakan. Jika Anda tidak mengatur bahasa, Anaconda dan sistem yang diinstal akan default ke en-US.UTF-8.

inst.geoloc=

Lakukan konfigutasi penggunaan geolokasi dalam program instalasi. Geolokasi digunakan untuk mengatur bahasa dan zona waktu sebelumnya, dan menggunakan sintaks berikut: inst.geoloc=value

Parameter value dapat berupa salah satu dari yang tercantum di daftar berikut ini:

Table 3. Nilai Valid untuk Opsi inst.geoloc

Nonaktifkan geolokasi

inst.geoloc=0

Gunakan Fedora GeoIP API

inst.geoloc=provider_fedora_geoip

Gunakan Hostip.info GeoIP API

inst.geoloc=provider_hostip

Jika opsi ini tidak ditentukan, Anaconda akan menggunakan provider_fedora_geoip.

inst.keymap=

Tentukan tata letak keyboard yang akan digunakan oleh program instalasi. Kode tata letak sama dengan yang digunakan dalam perintah keyboard Kickstart seperti yang dijelaskan dalam Referensi Sintaks Kickstart.

inst.text

Paksa program instalasi untuk berjalan dalam mode teks dibandingkan mode grafis. Antarmuka pengguna teks terbatas, misalnya, tidak memungkinkan Anda untuk mengubah tata letak partisi atau mengatur LVM. Saat memasang sistem pada mesin dengan kemampuan grafis terbatas, disarankan untuk menggunakan VNC seperti yang dijelaskan dalam Mengaktifkan Akses Jarak Jauh Menggunakan VNC.

inst.cmdline

Paksa program instalasi untuk berjalan dalam mode baris perintah. Mode ini tidak mengizinkan interaksi apa pun, semua opsi harus ditentukan dalam file Kickstart atau pada baris perintah.

inst.graphical

Paksa program instalasi untuk berjalan dalam mode grafis. Ini adalah mode default.

inst.resolution=

Tentukan resolusi layar dalam mode grafis. Formatnya adalah NxM, dengan N adalah lebar layar dan M adalah tinggi layar (dalam piksel). Resolusi terendah yang didukung adalah 800x600.

inst.xdriver=

Tentukan nama driver X yang akan digunakan selama instalasi dan pada sistem yang akan diinstal.

inst.usefbx

Arahkan program instalasi untuk menggunakan frame buffer X driver daripada menggunakan driver khusus perangkat keras. Opsi ini setara dengan inst.xdriver=fbdev.

modprobe.blacklist=

Masukkan satu driver atau lebih ke dalam daftar hitam (nonaktifkan sepenuhnya). Driver (mods) yang dinonaktifkan menggunakan opsi ini akan dicegah untuk memuat saat instalasi dimulai, dan setelah instalasi selesai, sistem yang terinstal akan menyimpan setelan ini. Driver yang masuk daftar hitam kemudian dapat ditemukan di direktori /etc/modprobe.d/.

Gunakan daftar yang dipisahkan koma untuk menonaktifkan beberapa driver. Sebagai contoh:

modprobe.blacklist=ahci,firewire_ohci
inst.sshd

Memulai servis sshd selama instalasi, yang memungkinkan Anda terhubung ke sistem selama instalasi menggunakan SSH dan memantau kemajuannya. Untuk informasi lebih lanjut tentang SSH, lihat halaman manual ssh(1) dan bab terkait di Fedora System Administrator’s Guide, tersedia di tautan:http://docs.fedoraproject.org /[].

Selama instalasi, akun root tidak memiliki kata sandi secara default. Anda dapat mengatur kata sandi root untuk digunakan selama instalasi dengan perintah sshpw Kickstart seperti yang dijelaskan dalam sshpw (opsional) - Batasi Akses ssh Selama Instalasi.

Opsi Boot Jaringan

Initial network initialization is handled by dracut. This section only lists some of the more commonly used options; for a complete list, see the dracut.cmdline(7) man page. Additional information on networking is also available in the Fedora Networking Guide, available at http://docs.fedoraproject.org/.

ip=

Lakukan konfigurasi pada satu atau lebih antarmuka jaringan. Untuk mengkonfigurasi beberapa antarmuka, gunakan opsi ip beberapa kali - sekali untuk setiap antarmuka. Jika beberapa antarmuka dikonfigurasi, Anda harus menentukan antarmuka boot utama menggunakan opsi bootdev yang dijelaskan di bawah ini.

Tabel berikut mencantumkan nilai yang valid untuk opsi ini:

Table 4. Format Konfigurasi Antarmuka Jaringan
Metode Konfigurasi Format opsi

Konfigurasi otomatis antarmuka apapun

ip=method

Konfigurasi otomatis antarmuka tertentu

ip=interface:method

Konfigurasi statis

ip=ip::gateway:netmask:hostname :interface:none

Konfigurasi otomatis antarmuka tertentu dengan penggantian [2]

ip=ip::gateway:pass: attributes[]netmask:hostname:interface:method:mtu

Parameter method dapat berupa apa saja sebagai berikut:

Table 5. Metode Konfigurasi Antarmuka Otomatis
Metode konfigurasi otomatis Nilai

DHCP

dhcp

IPv6 DHCP

dhcp6

Konfigurasi otomatis IPv6

auto6

iBFT (iSCSI Boot Firmware Table)

ibft

Jika Anda menggunakan opsi boot yang memerlukan akses jaringan, seperti inst.ks=http://host:/path, tanpa menentukan opsi ip, program instalasi akan menggunakan ip=dhcp.

Dalam tabel di atas, parameter ip menentukan alamat IP klien. Alamat IPv6 dapat ditentukan dengan menempatkannya dalam tanda kurung siku, misalnya, [2001:DB8::1].

Parameter gateway adalah gateway default. Alamat IPv6 juga diterima di sini.

Parameter netmask adalah netmask yang akan digunakan. Ini bisa berupa netmask lengkap (misalnya 255.255.255.0) atau awalan (misalnya 64).

Parameter hostname adalah nama host dari sistem klien. Parameter ini opsional.

nameserver=

Tentukan alamat name server. Opsi ini dapat digunakan beberapa kali.

bootdev=

Tentukan antarmuka boot. Opsi ini wajib jika Anda menggunakan lebih dari satu opsi ip.

ifname=

Tetapkan nama antarmuka yang diberikan ke perangkat jaringan dengan alamat MAC yang diberikan. Dapat digunakan berkali-kali. Sintaksnya adalah ifname=interface:MAC. Sebagai contoh:

ifname=eth0:01:23:45:67:89:ab
inst.dhcpclass=

Tentukan pengidentifikasi kelas vendor DHCP. Layanan dhcpd akan melihat nilai ini sebagai vendor-class-identifier. Nilai defaultnya adalah anaconda-$(uname -srm).

vlan=

Mengatur perangkat Virtual LAN (VLAN) pada antarmuka tertentu dengan nama yang diberikan. Sintaksnya adalah vlan=name:interface. Sebagai contoh:

vlan=vlan5:em1

Di atas akan menyiapkan perangkat VLAN bernama vlan5 pada antarmuka em1. name dapat mengambil bentuk berikut:

Table 6. Konvensi Penamaan Perangkat VLAN
Skema penamaan Contoh

VLAN_PLUS_VID

vlan0005

VLAN_PLUS_VID_NO_PAD

vlan5

DEV_PLUS_VID

em1.0005.

DEV_PLUS_VID_NO_PAD

em1.5.

bond=

Siapkan perangkat ikatan dengan sintaks berikut: bond=name[:slaves][:options]. Ganti name dengan nama perangkat bonding, slaves dengan daftar antarmuka fisik (ethernet) yang dipisahkan koma, dan options dengan daftar opsi bonding yang dipisahkan koma. Sebagai contoh:

bond=bond0:em1,em2:mode=active-backup,tx_queues=32,downdelay=5000

Untuk daftar opsi yang tersedia, jalankan perintah modinfo bonding.

Gunakan opsi ini tanpa parameter apa pun akan mengasumsikan bond=bond0:eth0,eth1:mode=balance-rr.

team=

Siapkan team device dengan sintaks berikut: team=master:slaves. Ganti master dengan nama master team device dan slaves dengan daftar perangkat fisik (ethernet) yang dipisahkan koma untuk digunakan sebagai slave di team device. Sebagai contoh:

team=team0:em1,em2
Opsi Instalasi Tingkat Lanjut
inst.multilib

Konfigurasikan sistem untuk paket multilib (yaitu, untuk mengizinkan penginstalan paket 32-bit pada sistem x86 64-bit) dan instal paket yang ditentukan di bagian ini.

Normally, on an AMD64 or Intel 64 system, only packages for this architecture (marked as x86_64) and packages for all architectures (marked as noarch would be installed. When you use this option, packages for 32-bit AMD or Intel systems (marked as i686) will be automatically installed as well if available.

Ini hanya berlaku untuk paket yang ditentukan secara langsung di bagian %packages. Jika sebuah paket hanya diinstal sebagai dependensi, hanya dependensi yang ditentukan persis yang akan diinstal. Misalnya, jika Anda menginstal paket foo yang bergantung pada paket bar, yang pertama akan diinstal dalam beberapa varian, sedangkan yang terakhir hanya akan diinstal dalam varian yang secara khusus diperlukan.

inst.gpt

Atur program instalasi untuk menginstal informasi partisi ke dalam GUID Partition Table (GPT) daripada Master Boot Record (MBR). Opsi ini tidak ada artinya pada sistem berbasis UEFI, kecuali jika mereka berada dalam mode kompatibilitas BIOS.

Biasanya, sistem berbasis BIOS dan sistem berbasis UEFI dalam mode kompatibilitas BIOS akan mencoba menggunakan skema MBR untuk menyimpan informasi partisi, kecuali jika disk lebih besar dari 2 TB. Menggunakan opsi ini akan mengubah perilaku ini, memungkinkan GPT untuk ditulis bahkan ke disk yang lebih kecil dari 2 TB.

See Recommended Partitioning Scheme for more information about GPT and MBR, and GUID Partition Table (GPT) for more general information about GPT, MBR and disk partitioning in general.

inst.nosave=

Opsi ini mengontrol file Kickstart dan log instalasi untuk disimpan ke sistem terinstal. Akan sangat berguna untuk menonaktifkan penyimpanan data tersebut saat melakukan instalasi sistem operasi OEM, atau saat membuat image menggunakan sumber daya sensitif (seperti URL repositori internal), karena sumber daya ini mungkin disebutkan dalam file kickstart dan/atau log pada image. Nilai yang mungkin untuk opsi ini adalah:

input_ks - menonaktifkan penyimpanan file Kickstart input (jika ada).

output_ks - menonaktifkan penyimpanan file Kickstart output yang dihasilkan oleh Anaconda.

all_ks - menonaktifkan penyimpanan file Kickstart input dan output.

logs - menonaktifkan penyimpanan semua log instalasi.

all - menonaktifkan penyimpanan semua file Kickstart dan semua log instalasi.

Beberapa nilai dapat digabungkan dengan dipisahkan koma, misalnya: input_ks,logs

inst.zram

This option controls the usage of zRAM swap during the installation. It creates a compressed block device inside the system RAM and uses it for swap space instead of the hard drive. This allows the installer to essentially increase the amount of memory available, which makes the installation faster on systems with low memory.

By default, swap on zRAM is enabled on systems with 2 GB or less RAM, and disabled on systems with more than 2 GB of memory. You can use this option to change this behavior - on a system with more than 2 GB RAM, use inst.zram=1 to enable it, and on systems with 2 GB or less memory, use inst.zram=0 to disable this feature.

inst.memcheck

Lakukan pemeriksaan di awal instalasi untuk menentukan apakah tersedia cukup RAM. Jika tidak ada cukup memori yang terdeteksi, instalasi akan berhenti dengan pesan kesalahan. Opsi ini diaktifkan secara default; gunakan inst.memcheck=0 untuk menonaktifkannya.

inst.nodnf

Gunakan backend Yum yang lebih lama untuk instalasi paket dan resolusi ketergantungan daripada DNF. Lihat Fedora System Administrator’s Guide, tersedia di https://docs.fedoraproject.org/, untuk detail tentang DNF.

inst.kdump_addon=

Turns the Kdump installer add-on on or off (the add-on is off by default). If you use inst.kdump_addon=on, a new screen, which allows you to configure the Kdump kernel crash dumping mechanism, will appear in the main menu of the graphical or text interface (see Kdump). Enabling this add-on is also necessary to use the %addon com_redhat_kdump (optional) - Configure kdump Kickstart command.

Mengaktifkan Akses Jarak Jauh Menggunakan VNC

The following options are necessary to configure Anaconda for remote graphical installation. See Installing Using VNC for more details.

inst.vnc

Menyatakan bahwa antarmuka grafis program instalasi mesti dijalankan dalam suatu sesi VNC. Bila Anda menyatakan opsi ini, Anda perlu menyambung ke sistem memakai aplikasi klien VNC`agar dapat berinteraksi dengan program instalasi. Berbagi `VNC difungsikan, sehingga beberapa klien dapat menyambung ke sistem pada saat yang sama.

Suatu sistem yang diinstall memakai VNC akan mulai dalam mode teks secara default.

inst.vncpassword=

Server VNC yang dipakai oleh program instalasi. Sebarang klien VNC yang mencoba menyambung ke sistem mesti menyediakan kata sandi yang benar untuk memperoleh akses. Sebagai contoh, inst.vncpassword=testpwd akan mengatur kata sandi menjadi testpwd. Panjang kata sandi mesti antara 6 dan 8 karakter.

Bila Anda menyatakan suatu kata sandi yang tidak valid (yang terlalu pendek atau terlalu panjang), Anda akan ditanyai untuk memberikan yang baru oleh suatu pesan dari program instalasi:

Panjang kata sandi VNC mesti enam sampai delapan karakter.
Harap masukkan yang baru, atau biarkan kosong untuk tanpa kata sandi.

Kata sandi:
inst.vncconnect=

Hubungkan ke klien VNC yang mendengarkan di host dan port tertentu setelah instalasi dimulai. Sintaks yang benar adalah inst.vncconnect=host:port. Parameter port bersifat opsional - jika Anda tidak menentukannya, program instalasi akan menggunakan 5900.

Debugging dan Pemecahan Masalah
inst.updates=

Specifies the location of the updates.img file to be applied to the installation program runtime. The syntax is the same as in the inst.repo option - see Installation Sources for details. In all formats, if you do not specify a file name but only a directory, the installation program will look for a file named updates.img.

inst.loglevel=

Tentukan level minimum untuk pesan yang akan dicatat di terminal. Ini hanya menyangkut logging real-time di terminal; file log akan selalu berisi pesan dari semua tingkatan.

Nilai yang mungkin untuk opsi ini dari level terendah hingga tertinggi adalah: debug, info, warning, error, dan critical. Nilai defaultnya adalah info, yang berarti bahwa secara default, terminal logging akan menampilkan pesan mulai dari info hingga critical, tetapi bukan debug.

inst.syslog=

Setelah penginstalan dimulai, opsi ini mengirimkan pesan log ke proses syslog pada host yang ditentukan. Proses syslog jarak jauh harus dikonfigurasi untuk menerima koneksi masuk.

inst.virtiolog=

Tentukan port virtio (perangkat karakter di /dev/virtio-ports/name) yang akan digunakan untuk meneruskan log. Nilai defaultnya adalah org.fedoraproject.anaconda.log.0; jika port ini ada, itu akan digunakan.

Opsi Boot yang Tidak Digunakan Lagi

Opsi dalam daftar ini tidak digunakan lagi. Mereka masih akan berfungsi, tetapi ada opsi lain yang menawarkan fungsionalitas yang sama dan harus lebih disukai. Menggunakan opsi yang tidak digunakan lagi tidak disarankan dan diharapkan akan dihapus di rilis mendatang.

Perhatikan bahwa sebagaimana dijelaskan dalam pengantar bab ini, opsi khusus untuk program instalasi sekarang menggunakan awalan inst.. Misalnya, opsi vnc= dianggap usang dan diganti oleh opsi inst.vnc=. Namun, perubahan ini tidak tercantum disini.

inst.headless

Dipakai untuk menyatakan bahwa mesin yang sedang dipasang tidak memiliki perangkat keras tampilan, dan untuk mencegah installer mencoba mendeteksi suatu tampilan.

method=

Mengkonfigurasi metode instalasi. Gunakan opsi inst.repo= sebagai gantinya.

repo=nfsiso:server:/path

Dalam instalasi NFS, menyatakan bahwa target adalah sebuah image ISO yang terletak pada suatu server NFS alih-alih suatu pohon yang dapat diinstal. Perbedaan kini dideteksi secara otomatis, yang berarti bahwa opsi ini sama dengan inst.repo=nfs:server:/path.

dns=

Mengkonfigurasi Domain Nama Server (DNS). Gunakan [option] nameserver=.

netmask=, gateway=, hostname=, ip=, ipv6=

Opsi berikut telah dikonsolidasikan di bawah opsi ip=.

ksdevice=

Pilih perangkat jaringan yang akan digunakan pada tahap awal instalasi. Nilai yang berbeda telah diganti dengan opsi yang berbeda; Lihat tabel di bawah ini.

Table 7. Metode Konfigurasi Antarmuka Otomatis
Nilai Prilaku saat ini

Not present

All devices are attempted to be activated using dhcp, unless desired device and configuration is specified by ip= option and/or the BOOTIF option.

ksdevice=link

Similar to the above, with the difference that network will always be activated in the initramfs, whether it is needed or not. The supported rd.neednet option (provided by dracut) should be used instead.

ksdevice=bootif

Ignored (the BOOTID= option is used by default when specified)

ksdevice=ibft

Replaced with the ip=ibft option

ksdevice=MAC

Replaced with BOOTIF=MAC

ksdevice=device

Replaced by specifying the device name using the ip= option.

When performing a Kickstart installation, booting from local media and having the Kickstart file on local media as well, the network will not be initialized. This means that any other Kickstart options requiring network access, such as pre-installation or post-installation scripts accessing a network location, will cause the installation to fail. This is a known issue; see BZ#1085310 for details.

Untuk mengatasi masalah ini, gunakan opsi boot ksdevice=link, atau tambahkan opsi --device=link ke perintah network dalam berkas Kickstart Anda.

blacklist=

Dipakai untuk menonaktifkan driver yang dinyatakan. Ini sekarang ditangani oleh opsi modprobe.blacklist=.

nofirewire=

Menonaktifkan dukungan bagi antarmuka FireWire. Kini Anda dapat menonaktifkan driver FireWire (firewire_ohci) dengan memakai opsi modprobe.blacklist= sebagai pengganti:

modprobe.blacklist=firewire_ohci

Opsi Boot yang Dihapus

Opsi-opsi berikut dihapus. Mereka ada dalam rilis sebelumnya dari Fedora, tapi tidak dapat dipakai lagi.

asknetwork

initramfs program instalasi kini sepenuhnya non-interaktif, yang berarti bahwa opsi ini tidak tersedia lagi. Gunakan ip= untuk mengonfigurasi pengaturan jaringan.

serial

Opsi ini memaksa Anaconda untuk memakai konsol /dev/ttyS0 sebagai keluaran. Gunakan console=/dev/ttyS0 (atau yang serupa) sebagai pengganti.

updates=

Specified the location of updates for the installation program. Use the inst.updates= option instead.

essid=, wepkey=, wpakey=

Configured wireless network access. Network configuration is now being handled by dracut, which does not support wireless networking, rendering these options useless.

ethtool=

Used in the past to configure additional low-level network settings. All network settings are now handled by the ip= option.

gdb

Allowed you to debug the loader. Use rd.debug instead.

mediacheck

Verified the installation media before starting the installation. Replaced with the rd.live.check option.

ks=floppy

Specified a floppy disk as the Kickstart file source. Floppy drives are not supported anymore.

display=

Configured a remote display. Replaced with the inst.vnc option.

utf8

Added UTF8 support when installing in text mode. UTF8 support now works automatically.

noipv6

Used to disable IPv6 support in the installation program. IPv6 is now built into the kernel so the driver cannot be blacklisted; however, it is possible to disable IPv6 using the ipv6.disable option.

upgradeany

Upgrades are done in a different way in current Fedora releases. For more information about upgrading your system, see Upgrading Your Current System.

vlanid=

Used to configure Virtual LAN (802.1q tag) devices. Use the vlan= option instead.

inst.dnf

Used to enable DNF to handle package installation and dependency resolution in Fedora 21. DNF is now used by default and this option has been replaced with inst.nodnf, which reverts back to Yum.

Using the Maintenance Boot Modes

Loading the Memory (RAM) Testing Mode

Faults in memory (RAM) modules may cause your system to freeze or crash unpredictably. In some cases, memory faults may only cause errors with particular combinations of software. For this reason, you should test the memory of a computer before you install Fedora for the first time, even if it has previously run other operating systems.

Fedora includes the Memtest86+ memory testing application. To start memory testing mode, choose Troubleshooting > Memory test at the boot menu. Testing will begin immediately. By default, Memtest86+ carries out ten tests in every pass; a different configuration can be specified by accessing the configuration screen using the c key. After the first pass completes, a message will appear at the bottom informing you of the current status, and another pass will start automatically.

Memtest86+ only works on systems with BIOS firmware. Support for UEFI systems is currently unavailable.

Memtest86+ testing the system memory
Figure 1. Memory Check Using Memtest86+

The main screen displayed while testing is in progress is divided into three main areas:

  • The upper left corner shows information about your system’s memory configuration - the amount of detected memory and processor cache and their throughputs and processor and chipset information. This information is detected when Memtest86+ starts.

  • The upper right corner displays information about the tests - progress of the current pass and the currently running test in that pass as well as a description of the test.

  • The central part of the screen is used to display information about the entire set of tests from the moment when the tool has started, such as the total time, the number of completed passes, number of detected errors and your test selection. On some systems, detailed information about the installed memory (such as the number of installed modules, their manufacturer, frequency and latency) will be also displayed here. After the each pass completes, a short summary will appear in this location. For example:

     Pass complete, no errors, press Esc to exit 

    If Memtest86+ detects an error, it will also be displayed in this area and highlighted red. The message will include detailed information such as which test detected a problem, the memory location which is failing, and others.

In most cases, a single successful pass (that is, a single run of all 10 tests) is sufficient to verify that your RAM is in good condition. In some rare circumstances, however, errors that went undetected on the first pass might appear on subsequent passes. To perform a thorough test on an important system, leave the tests running overnight or even for a few days in order to complete multiple passes.

The amount of time it takes to complete a single full pass of Memtest86+ varies depending on your system’s configuration (notably the RAM size and speed). For example, on a system with 2 GB of DDR2 memory at 667 MHz, a single pass will take roughly 20 minutes to complete.

To halt the tests and reboot your computer, press the Esc key at any time.

For more information about using Memtest86+, see the official website at http://www.memtest.org/. A README file is also located in /usr/share/doc/memtest86+-version/ on Fedora systems with the memtest86+ package installed.

Verifying Boot Media

You can test the integrity of an ISO-based installation source before using it to install Fedora. These sources include DVDs and ISO images stored on a local hard drive or NFS server. Verifying that the ISO images are intact before you attempt an installation helps to avoid problems that are often encountered during installation.

To test the integrity of an ISO image, append the rd.live.check to the boot loader command line. Note that this option is used automatically if you select the default installation option from the boot menu (Test this media & install Fedora).

Booting Your Computer in Rescue Mode

You may boot a command-line Linux system from an installation disc without actually installing Fedora on the computer. This enables you to use the utilities and functions of a running Linux system to modify or repair already installed operating systems.

To load the rescue system with the installation disk or USB drive, choose Rescue a Fedora system from the Troubleshooting submenu in the boot menu, or use the inst.rescue boot option.

Specify the language, keyboard layout and network settings for the rescue system with the screens that follow. The final setup screen configures access to the existing system on your computer.

By default, rescue mode attaches an existing operating system to the rescue system under the directory /mnt/sysimage/.


1. This option uses NFS protocol version 3 by default. To use a different version, add +nfsvers=X to options.
2. Menampilkan antarmuka yang ditentukan menggunakan metode konfigurasi otomatis yang ditentukan, seperti dhcp, tetapi mengesampingkan alamat IP, gateway, netmask, nama host, atau parameter tertentu lainnya yang diperoleh secara otomatis. Semua parameter bersifat opsional; hanya tentukan yang ingin Anda timpa dan nilai yang diperoleh secara otomatis akan digunakan untuk yang lain.